Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Sumbar Upayakan Tahun Depan Siswa Mentawai Bisa UNBK

Kamis 04 Apr 2019 13:24 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Friska Yolanda

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau pelaksanaan UNBK di Padang, Kamis (4/4)

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau pelaksanaan UNBK di Padang, Kamis (4/4)

Foto: Humas Pemprov Sumbar
Siswa di Mentawai masih melaksanakan UN dengan pensil dan kertas.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan pihaknya akan mengupayakan agar tahun depan sekolah-sekolah di Kabupaten Mentawai bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Tahun ini, nyaris semua sekolah di Kabupaten Mentawai masih melaksanakan UN dengan pensil dan kertas karena keterbatasan sinyal dan pasokan listrik.

Baca Juga

"Kalau komputer bisa kita siapkan. Namun sinyal dan listrik bukan kewenangan kita. Untuk solusinya kita akan segera meyurati pihak terkait supaya di sekolah-sekolah tertentu yang nantinya sudah kita disiapkan komputernya agar ada sinyal dan listrik," kata Irwan usai memantau jalannya UN di Padang, Kamis (4/4).

Hari ini Gubernur memantau jalannya UN di SMA N 10 Padang, SMA N 3 Padang dan SMA 1 Padang. Irwan mengatakan secara keseluruhan, UN tingkat SMA di Sumbar berjalan lancar sampai hari ketiga ini.

Persoalan hanya ada beberapa siswa peserta UN yang tidak hadir karena alasan penting seperti sakit. Siswa yang izin tidak ikut dengan alasan yang jelas dan bisa ditolerir, kata Irwan. Nanti, mereka akan diberi kesempatan ujian susulan.

photo
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat meninjau pelaksanaan UNBK di Padang, Kamis (4/4).

"Bagi para siswa yang tidak bisa mengikuti UN dengan alasan yang jelas, seperti sakit, nantinya akan ada ujian susulan yang akan dilaksanakan 15 dan 16 April ini," ucap Irwan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat Burhasman sebelumnya menjelaskan semua SMA yang ada di Sumatera Barat sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Burhasman menyebut pengecualian hanya ada di SMA-SMA yang ada di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Di mana terdapat 12 SMA di Kepulauan Mentawai yang masih harus ujian nasional dengan kertas dan pensil lantaran keterbatasan sinyal internet dan pasokan listrik.

"Yang tidak UNBK hanya ada di Mentawai. Sisanya semua UNBK. Karena di Mentawai masih keterbatasan listrik dan sinyal (internet)," kata Burhasman kepada Republika.co.id, Ahad (31/3).f

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA