Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Senin, 19 Zulqaidah 1440 / 22 Juli 2019

Seorang Ustaz Kisahkan Kehati-hatian UAS Soal Aset Wakaf

Senin 15 Apr 2019 16:35 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Muhammad Hafil

Ustaz Abdul Somad

Ustaz Abdul Somad

Foto: Instagram Ustaz Abdul Somad
UAS khawatir wakaf yang dikelolanya membuatnya mendapatkan keuntungan pribadi.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Dai Ambassador Cordofa Korea Selatan, Ustaz Alnofiandri Dinar, memberikan kesaksian bahwa fitnah terhadap Ustaz Abdul Somad (UAS) tidaklah benar. Ia juga mengatakan, bahwa UAS bukanlah orang yang berambisi terhadap harta duniawi. 

Ustaz Alnof menceritakan sosok UAS yang sangat berhati-hati manakala menerima aset wakaf. Ia melihat sendiri bagaimana UAS menolak secara halus pemberian wakaf yang diamanahkan kepadanya.

Baca Juga

Pada 16 April 2018, Ustaz Alnof mengisahkan bahwa ia meminta waktu kepada UAS untuk bertemu. Saat itu, UAS telah mengisi kajian rutin ba'da Magrib Kitab al-Arba'un an-Nawawiyah di Masjid Raya Pasar Bawah Pekanbaru dan tabligh akbar di Markas Polresta Pekanbaru di jalan Jendral A Yani.

Ustaz Alnof meminta untuk bertemu karena ada seorang WNI yang merantau di Korea Selatan dan sengaja datang ke Pekanbaru untuk mengundang UAS ke Negeri Ginseng tersebut. UAS kemudian memberi mereka kesempatan untuk bertemu setelah tabligh akbar. Mereka dijamu di Kantor Tafaqquh di jalan Duyung, Pekanbaru, Riau.

"Tidak lama kami berbincang tentang rencana Safari Dakwah UAS di Korea Selatan 22-26 Juni 2018 dan teknis pengurusan visa, datang sahabat UAS ketika kuliah di UIN Suska Riau dulu menemani rombongan calon wakif yang hendak berwakaf tanah sekitar 10 Ha untuk membangun pesantren di Siak. Wakaf diamanahkan ke UAS," kata Ustaz Alnof menceritakan, melalui pesan elektronik kepada Republika.co.id, Senin (15/4).  

Namun, ketika amanah itu disampaikan oleh calon wakif kepada UAS, UAS justru tidak lantas langsung menerimanya. Di hadapan Ustaz Alnof dan seorang WNI yang merantau di Korsel, Setiawan, UAS menjawab kepada rombongan calon wakif agar wakaf itu diserahkan kepada lembaga yang memang menanganinya, yakni Dompet Dhuafa.

"Jika wakaf diserahkan kepada saya, nanti berdiri rumah saya, rumah keluarga saya, rumah anak saya, dan rumah keturunan saya di tanah wakaf itu. Kalau mau berwakaf, berwakaflah ke Dompet Dhuafa. Hubungi Ustaz Alnof. Ini beliau! (sambil mengarahkan tangannya ke saya)," tutur Ustaz Alnof mengutip ucapan UAS saat itu.

Calon wakif itu selanjutnya diarahkan Ustaz Alnof agar berkomunikasi lebih intens dengan Dompet Dhuafa Riau. Ia tawarkan agar mereka bertemu di Kantor Dompet Dhuafa Riau untuk menindaklanjuti rencana wakaf tersebut. Namun sampai saat ini, mereka tidak lagi melanjutkan komunikasi dengan Dompet Dhuafa Riau.

"Saya bersama Dompet Dhuafa Riau bersaksi UAS sangat hati-hati menerima aset wakaf. Beliau sama sekali tidak berambisi menguasai asset wakaf bahkan tidak mau tahu dengan asset wakaf yang beliau rekomendasikan ke Dompet Dhuafa," jelasnya.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA