Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Menteri Susi Ingatkan Nelayan Soal Jaring Ramah Lingkungan

Sabtu 06 Apr 2019 12:36 WIB

Red: Friska Yolanda

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengikuti rapat kerja bersama Komisi IV DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Jangan sampai ikan kecil ikut terjaring supaya memiliki kesempatan untuk berkembang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengingatkan nelayan agar menangkap ikan menggunakan jaring yang ramah lingkungan. Hal ini bertujuan agar jaring yang dipakai nelayan tidak menangkap ikan-ikan kecil di kawasan perairan nasional.

Baca Juga

Susi menyerukan para nelayan dan pengusaha perikanan tidak menggunakan jaring insang dengan ukuran mata jaring yang terlalu kecil. Hal itu perlu dilakukan agar ikan-ikan yang masih kecil tidak ikut terjaring dan memiliki waktu untuk berkembang biak.

Melalui siaran pers yag diterima di Jakarta, Sabtu (6/4), Susi mengatakan penggunaan jaring dengan ukuran mata jaring yang tepat akan mendukung ketersediaan ikan yang berkelanjutan, yang akan turut meningkatkan produksi dan penjualan para nelayan. Menteri Kelautan dan Perikanan itu mengajak para nelayan untuk bekerja sama memberantas rumpon yang tak legal atau tidak berizin di laut.

Sebagaimana diketahui, pada tanggal 6 April ini juga setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Nelayan Nasional. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika menerima Perwakilan Nelayan Seluruh Indonesia di Istana Negara, Jakarta, 22 Januari lalu, mengingatkan nelayan dan pengusaha perikanan menggunakan Bank Mikro Nelayan. "Ini saya kira penting untuk dimanfaatkan para nelayan karena memang ini kita siapkan khusus untuk modal kerja, untuk modal investasi bagi nelayan," kata Presiden dalam sambutannya pada acara yang dilaksanakan di Istana Negara Jakarta.

Menurut Presiden, hingga saat ini sebanyak Rp 132 miliar dana Bank Mikro Nelayan sudah tersalurkan dan digunakan oleh nelayan maupun usaha perikanan. Sementara itu target penyaluran dana pinjaman Bank Mikro Nelayan sebesar Rp 975 miliar.

Presiden mengatakan pinjaman dari Bank Mikro Nelayan memiliki bunga yang kompetitif yakni tiga persen. "Tolong dimanfaatkan. Tapi kalau sudah mengambil (pinjaman) ya diangsur, menyicil, harus itu," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA