Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Menhan Beri Pembekalan Bela Negara Kaum Santri

Kamis 04 Apr 2019 07:00 WIB

Red: Gita Amanda

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan ceramah pembekalan bela negara kepada para santri Pondok Pesantren Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3).

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan ceramah pembekalan bela negara kepada para santri Pondok Pesantren Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3).

Foto: Humas Kemenhan.
Ideologi Pancasila adalah yang paling ampuh menangkal pengaruh ideologi materialis.

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA – Pemerintah secara aktif terus-menerus memberikan pembekalan bela negara kepada kaum santri. Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, pembekalan bela negara terhadap kaum santri sangat diperlukan agar generasi bangsa berbasis pesantren tersebut mampu menjaga dan melestarikan ideologi Pancasila sebagai satu-satunya ideologi negara sekaligus merupakan alat pemersatu bangsa.

Baca Juga

“Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Bangsa ini bermacam-macam dan beranekaragam, suku, dan agama, tetapi bersatu. Dan yang mempersatukan adalah Pancasila,” kata Menhan saat memberikan ceramah pembekalan bela negara kepada para santri Pondok Pesantren Nabil Husein di Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (22/3). Saat memberikan pembekalan, Menhan didampingi Pimpinan Ponpes Nabil Husein KH Nasikhin.

 

Menhan melanjutkan, bagi bangsa Indonesia, ideologi Pancasila adalah ideologi yang paling ampuh dalam menangkal derasnya pengaruh ideologi bermuatan materialis. Karena itu, penguatan pemahaman dan pengamalan Pancasila sangat diperlukan agar bangsa ini tetap berada di jalur yang benar. “Yakni tetap menjadi bangsa sebagaimana yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Beranekaragam tapi tetap dalam kesatuan yang kuat,” ujar Menhan.

Menurut Menhan, pelaksanaan bela negara memiliki makna yang sama dengan membela Pancasila dan UUD 1945. Dengan kata lain, apabila bangsa ini tidak melaksanakan bela negara, maka sama saja menjadi pengkhianat terhadap bangsa dan para pendahulu yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa ini dengan tetesan darah, keringat, dan air mata.

Dalam situasi saat ini, kata Menhan, seluruh bangsa Indonesia harus bangga lantaran Indonesia merupakan negara besar dan negara yang cinta damai di tengah keanegaraman suku, agama, dan budaya. Hal itu harus disadari oleh bangsa Indonesia, terutama generasi pemuda, agar jangan sampai negara Indonesia yang besar ini tinggal namanya saja.

“Tentu hal itu tidak boleh terjadi. Kelangsungan hidup dan masa depan bangsa ini berada di pundak seluruh bangsa Indonesia, termasuk kalian semua para santri dan seluruh generasi pemuda di mana pun berada, termasuk di Samarinda,” kata Menhan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA