Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Soal Mimpi dan Milenial, Inilah kata Iwan Sunito

Ahad 24 Mar 2019 15:35 WIB

Rep: maman sudiaman/ Red: Hiru Muhammad

 CEO Crown Group, Iwan Sunito

CEO Crown Group, Iwan Sunito

Foto: istimewa
You don’t have to be great to start, but you have to start to be great.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Program Supermentor yang digagas Dino Patti Djalal terus bergeliat. Kegiatan yang menghadirkan sejumlah tokoh asal Tanah Air digelar di University of Sydney, Sabtu (23/3). Salah satu pembicara yang hadir pada acara yang dihadiri para mahasiswa Indonesia di Asutralia yakni CEO Crown Group, Iwan Sunito.

Berikut wawancara kami dalam bentuk tanya jawab dengan Iwan Sunito. 

Tanya (T): Apa yang akan disampaikan pak Iwan, seputar apa saja?

Jawab (J): Saya akan menyampaikan beberapa hal sederhana dalam meraih mimpi ataupun impian dalam hidup. Seringkali saya mendapati banyak anak-anak muda memiliki mimpi yang luar biasa, namun mereka tidak mengerti bagaimana mencapainya. Ini yang ingin saya sampaikan kepada mereka, beberapa langkah sederhana namun memiliki impact yang luar biasa.

T: Bagaimana pak Iwan menilai optimisme kalangan anak muda sekarang?

J: Seperti halnya generasi kami sebelumnya, anak-anak muda sekarang memiliki optimisme yang tinggi. Idealisme yang luar biasa yang didukung  pengetahuan yang lebih luas akibat akses tanpa batas terhadap dunia informasi.

Namun, segala kelebihan tersebut memiliki kelemahan, terkadang ada dari mereka yang tidak tau bagaimana memulainya.

Ini yang ingin saya harapkan dari sharing sabtu ini untuk melihat paradigma baru, salah satunya you don’t have to be great to start but you have to start to be great.

T: Adakah trik khusus menyampaikan pesan pada anak muda (milenial)?

J: My heart desire is to ignite the fire and their passion and To equip them with simple tools of life and principles from my life experience that they can learn from. My ultimate goal is to see Life transformed. Yang tidak mau menjadi mau, yang tidak bisa menjadi bisa, yang tidak percaya menjadi percaya bahwa they are born for a great purpose.

photo

Supermentor Sydney

T. Misal bagaimana menciptakan profesionalisne atau hasil karya dan pengakuan atau respons bagus dari dunia luar?

J: Intinya kita harus berani bersaing dan berkompetisi. Jangan rendah diri. Karena saya banyak melihat kemampuan anak-anak muda Indonesia sangat mumpuni.

Namun seringkali saya juga melihat mereka kurang mendapatkan kesempatan dan sudah minder duluan.Satu hal yang utama, sebelum kita berkompetisi, Equip Yourself dengan hal-hal yang berguna.

Dan jangan mudah minder Karena sering kali bukan bisa agak tidak bisa, tapi mau atau tidak mau. Kalau mau Semua pasti akan kita usahakan dan  no is not the answer. Contohnya saja waktu anda jatuh cinta. Semua tidak yang tidak bisa karena mau memenangkan yang diidamkan.

T:Apa ada kaitan antara hunian nyaman dengan hasil studi para mahasiswa?

J: Saya kira bukan hanya untuk mahasiswa. Selama hunian yang dimiliki itu nyaman, kita dapat melakukan aktivitas belajar dan bekerja dengan tenang dan nyaman, bahkan hal ini dapat meningkatkan produktifitas mereka.

T: Apa saja kebutuhan yg diharapkan anak-anak muda milenial ini selama  menjalani studi dan jauh dari keluarga, baik di dlm maupun di luar negeri dalam melahirkan penerus yang handal?

J: Berdasarkan pengalaman saya pribadi yang pernah tinggal jauh dari keluarga selama mengemban pendidikan di luar negeri, yang dibutuhkan adalah kemandirian serta keinginan untuk terus belajar akan hal-hal baru tanpa mengenal rasa putus asa.

Seringkali karena kita hidup sendirian di luar negeri ataupun di luar daerah, kondisi yang memaksa kita untuk mandiri dan terus belajar. Itulah yang nantinya akan menjadi dasar untuk menjadi generasi penerus yang handal. Generasi yang penuh dengan kemandirian, memiliki pengetahuan yang luas serta selalu semangat dalam berinovasi dan berjuang. 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA