Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

29 Bendungan Ditargetkan Rampung Akhir 2019

Kamis 21 Mar 2019 08:06 WIB

Rep: Melisa Riska Putri/ Red: Muhammad Hafil

Bendungan (ILustrasi)

Bendungan (ILustrasi)

Foto: Google
Kehadiran bendungan juga memiliki potensi pariwisata.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menggenjot penyelesaian pembangunan bendungan. Sebanyak 29 ditargetkan rampung pada tahun ini.

Pada periode 2015-2019 membangun 65 bendungan yang terdiri atas 49 bendungan baru dan 16 bendungan lanjutan. Hingga 2018, sebanyak 55 dari 65 bendungan sudah dalam tahap konstruksi, 14 bendungan di antaranya sudah rampung atau dalam tahap penyelesaian akhir konstruksi.

"Insya Allah tahun 2019 akan diselesaikan lagi sebanyak 15 bendungan. Sehingga sampai akhir 2019 akan selesai 29 bendungan," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melalui keterangan tertulis. Ia menambahkan, tahun ini juga akan dimulai pembangunan 10 bendungan baru.

Ia menjelaskan, untuk membangun bendungan tidak dapat selesai dalam satu atau dua tahun, namun membutuhkan waktu tiga sampai lima tahun. Sehingga sisa dari 65 bendungan yang dibangun akan selesai seluruhnya pada 2023. Kebutuhan pembiayaan untuk membangun 65 bendungan tersebut diperkirakan mencapai Rp 82,5 trliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).  

Menurut Basuki dari 7,2 juta hektare lahan irigasi yang ada di Indonesia, hanya 11 persen yang mendapatkan suplai air dari bendungan. Rampungnya 65 bendungan nanti akan menambah luas lahan pertanian yang mendapat suplai irigasi premium atau irigasi dari air bendungan menjadi 19 persen hingga 20 persen.

Sementara, 29 bendungan yang selesai akan memberikan suplai pada areal irigasi seluas 259 ribu hektare dengan total kapasitas tampung 2,15 miliar meter kubik, mereduksi banjir 5.720 meter kubik per detik, suplai air baku 24,86 meter kubik per detik dan potensi listrik 150 MW. Selain itu, kehadiran bendungan juga memiliki potensi pariwisata yang akan menumbuhkan ekonomi lokal. 

"Kenapa harus disuplai air bendungan, karena pola tanamnya bisa diatur, kalau tidak ada tampungan air, pola tanamnya sesuai dengan hujan yang ada," kata dia.

Potensi air di Indonesia sangat besar, namun keberadaanya tidak sesuai dengan ruang dan waktu, sehingga diperlukan tampungan-tampungan air. Dengan begitu, ia melanjutkan, pada saat musim hujan air ditampung untuk dimanfaatkan musim kemarau. Itulah gunanya  bendungan untuk penampungan air.

Sebanyak 14 bendungan yang telah selesai konstruksinya yakni Bendungan Rajui (Aceh), Jatigede (Jawa Barat), Bajulmati (Jawa Timur), Nipah (Jawa Timur), Titab (Bali), Paya Seunara (Aceh) Teritip (Kalimantan Timur), Raknamo Tanju (NTB), Mila (NTT), Rotiklod (NTT), Logung (Jateng), Sei Gong (Kepri) dan Sindangheula (Banten).

Pada 2019 terdapat 15 bendungan yang ditargetkan selesai konstruksi yaitu Bendungan Gongseng, Karalloe, Tapin, Passeloreng, Bintang Bano, Way Sekampung, Ladongi, Napun Gete, Ciawi, Sukamahi, Karian, Keureuto, Gondang, Marangkayu dan Kuningan.

Sementara 10 bendungan yang dimulai pembangunannya pada 2019 yakni Bendungan Jenelata, Pelosika, Jragung, Digoel, Tiro, Mbay, Budong-Budong, Ameroro, Tiu Suntuk dan Bulango Ulu.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA