Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Senin, 22 Safar 1441 / 21 Oktober 2019

Zaitun: Serangan di Masjid Christchurch Teroris Sesungguhnya

Jumat 15 Mar 2019 18:20 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Evakuasi korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Evakuasi korban penembakan di Masjid Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3).

Foto: Youtube
Serangan di Masjid Christchurch menewaskan setidaknya 49 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penembakan brutal terjadi di dua masjid di Christchurch, Selandia Baru pada Jumat (15/3) pukul 13.40 waktu setempat. Setidaknya 49 orang meninggal akibat serangan tersebut.

Ketua Umum Wahdah Islamiyyah Zaitun Rasmin mengecam keras aksi penembakan itu. Bahkan menurutnya, penembakan brutal terhadap orang yang tengah berada di tempat ibadah inilah yang sesungguhnya layak disebut teroris.

"Ini adalah perbuatan nyata-nyata teror. Yang telah melakukan pembunuhan keji terhadap orang yang tidak berdosa di masjid saat mereka hendak ibadah," kata Zaitun Rasmin dalam sambungan telepon dengan Republika.co.id, Jumat (15/3).

Harusnya, lanjut Zaitun, kejadian ini bisa membuka mata dunia terutama warga Eropa dan Amerika. Bahwa apa yang mereka tuduhkan terhadap umat Islam sebagai teroris adalah tidak benar.

"Harusnya ini cukup membuka mata dunia, Eropa, Amerika bahwa sesungguhnya apa yang mereka selama ini tuduhkan pada Islam dan kaum muslimin itu tidak benar. Terorisme itu ada pada mereka sebetulnya," ungkap Zaitun.

Dulu, ungkapnya, berabad-abad lamanya di zaman penjajahan, kejahatan perang juga disebut teror. Mengapa? Karena mereka hanya menyasar kaum-kaum lemah. "Nah, jadi, ini membuka mata dan mereka menyetop mengalamatkan terorisme kepada kaum muslimin," kata dia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA