Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Rp 1,5 Triliun Dikucurkan untuk Penelitian dan Pengabdian

Jumat 08 Mar 2019 17:13 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Friska Yolanda

Penelitian (ilustrasi)

Penelitian (ilustrasi)

Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim
Dana disesuaikan dengan klaster penelitian perguruan tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mengucurkan pendanaa Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) untuk riset dan pengabdian kepada masyarakat. Tahun ini, jumlah yang dikucurkan sebanyak Rp 1,52 triliun. 

Baca Juga

Rinciannya adalah, sebesar Rp 1,39 triliun dengan jumlah penelitian sebanyak 16.253 judul.  Sisanya dari dana tersebut digunakan untuk pengabdian kepada masyarakat sebesar Rp 133,85 miliar untuk 2.281 judul penelitian.

Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati dalam Konferensi Pers Peluncuran Pendanaan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2019 di Hotel Millennium, Jakarta, Jumat (8/3). "Pembagian judul penelitian berdasarkan bidang fokusnya terdiri dari, Pangan dan Pertanian 2.176 judul, Kesehatan dan Obat 2.807 judul, Energi dan Energi Terbarukan 799 judul, Pertahanan dan Keamanan 68 judul, Teknologi Informasi dan Komunikasi 1.737 judul, Kemaritiman 348  judul, Kebencanaan 579 judul, Transportasi 287 judul, Material Maju 1.015 judul, dan Sosial Humaniora 6437 judul," kata Dimyati.

Sebanyak 10 perguruan tinggi dengan jumlah judul penelitian terbanyak, terdiri dari Universitas Gadjah Mada 485 judul, Universitas Indonesia 480 judul, Institut Teknologi Bandung 424 judul, Institut Pertanian Bogor 323 judul, Institut Teknologi Sepuluh Nopember 316 judul, Universitas Diponegoro 313 judul. Selain itu untuk Universitas Hasanuddin 279 judul, Universitas Padjadjaran 275 judul, Universitas Airlangga 266 judul, dan Universitas Sumatera Utara 250 judul.

Dimyati juga menjelaskan, dana penelitian disebar sesuai dengan klaster penelitian perguruan tinggi. Untuk Klaster Mandiri 4.553 judul dengan dana Rp 598 miliar, Klaster Utama 2.824 judul dengan dana Rp 375 miliar, Klaster Madya 1.244 judul dengan dana Rp 175 miliar, dan Klaster Binaan 7.632 judul dengan dana Rp 239 miliar.

Sedangkan untuk pengabdian masyarakat, terdapat beberapa penugasan, mulai dari Proposal Citarum 6,  Mitigasi Bencana 27, Desa Prioritas 70, Papua dan Papua Barat 14. Di samping itu,

persentase jumlah peneliti program penelitian sesuai gendernya ialah laki-Laki sebesar 51 persen, dan perempuan sebesar 49 persen. Sedangkan persentase jumlah peneliti dalam pengabdian kepada masyarakat sesuai gendernya terdiri atas  Laki-Laki 48 persen dan Perempuan 52 persen.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Ocky Karna Radjasa menjelaskan bahwa pendanaan tersebut merupakan upaya Kemenristekdikti untuk mewujudkan keunggulan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tingg. Selain itu, Kemenristekdikti juga igin meningkatkan daya saing perguruan tinggi di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tingkat nasional dan internasional. 

Dengan dana tersebut, diharapkan juga bisa meningkatkan angka partisipasi dosen atau peneliti dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu. Kemenristekdikti juga berharap dengan dana tersebut bisa meningkatkan kapasitas pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi, dan memfungsikan potensi perguruan tinggi dalam menopang daya saing bangsa.

"Strategi yang dilakukan Ditjen Penguatan Risbang adalah memberikan kewenangan yang lebih luas dalam pengelolaan penelitian kepada perguruan tinggi melalui program desentralisasi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, sedangkan untuk isu-isu nasional diwadahi melalui kompetitif nasional," kata Ocky.

Sementara untuk isu-isu yang dipandang strategis, Ditjen Penguatan Riset dan Pengembangan dapat memberikan penugasan kepada Perguruan Tinggi yang mempunyai kompetensi tinggi dalam bidang tertentu melalui skema penugasan. "Sedangkan untuk pengabdian kepada masyarakat, pendanaan 2019 difokuskan pada penerapan teknologi hasil penelitian dan pemberdayaan masyarakat dalam upaya menyelesaikan tantangan dan permasalahan yang dihadapi masyakakat sehingga dapat meningkatkan tingkat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat," kata dia melanjutkan. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA