Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

Kamis, 17 Syawwal 1440 / 20 Juni 2019

BMKG Peringatkan Daerah Ini Alami Gelombang Hingga 4 Meter

Kamis 07 Mar 2019 16:34 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Peselancar memanfaatkan gelombang tinggi di pantai Padang, Sumatera Barat, Selasa (22/1/2019).

Peselancar memanfaatkan gelombang tinggi di pantai Padang, Sumatera Barat, Selasa (22/1/2019).

Foto: Antara/Iggoy el Fitra
BMKG menyebut 13 daerah mengalami gelombang tinggi hingga 4 meter

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memantau dan memberikan peringatan dini gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia mulai Selasa (5/3) hingga Jumat (8/3) besok, antara 1,25 meter hingga 4 meter.

Beberapa daerah mengalami gelombang tinggi antara 1,25 meter hingga 2,5 meter. Sementara itu, 13 daerah perairan lainnya mengalami gelombang tinggi hingga 4 meter.

Baca Juga

Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana mengatakan, kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan seperti Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu - Pulau Enggano, Perairan Kepulauan Kangean, Laut Jawa bagian Timur, Selat Makasar bagian Selatan, Laut Sumbawa, Perairan utara Kepulauan Sangihe - Kepulauan Talaud, Perairan Kepulauan Sermata yang berpengaruh pada peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

"Jadi, berhati-hati untuk beberapa wilayah yang berpotensi terkena gelombang tinggi 1,25 meter hingga 2,5 meter (sedang)," katanya saat dihubungi Republika, Kamis (7/3).

Ia menyebut wilayah yang bisa mengalami gelombang tinggi tersebut yakni Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang-Banda Aceh, Perairan Barat-Banda Aceh, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan pesisir Bengkulu, Samudra Hindia Barat Aceh hingga Kepulauan Nias, Selat Sunda bagian Selatan. Kemudian di Perairan Selatan Banten hingga Jawa Timur, Perairan Selatan Bali hingga Sumbawa, Selat Alas bagian Selatan, Perairan Selatan P. Sumba-P. Sawu, Laut Sawu dan Selat Sumba bagian Barat, Samudra Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur (NTT), Perairan Utara Jawa Tengah hingga Awa Timur, Laut Jawa bagian Tengah hingga Timur, Perairan Kota Baru, Selat Makassar bagian Tengah dan Utara.

Selanjutnya Perairan Kalimantan Timur, Laut Sulawesi, Perairan Timur Bitung-Manado, Laut Maluku, Perairan Utara Kep. Banggai-Kep. Sula, Laut Banda Timur Sulawesi Tenggara, Perairan Kepulauan Wakatobi, Perairan Kep. Sangihe-Kep. Talaud, Perairan Kep. Halmahera, Laut Halmahera, Perairan Utara Papua Barat hingga Papua, dan Samudra Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

Selain itu, dia melanjutkan, beberapa wilayah juga berpotensi terjadi gelombang tinggi 2,5-4 meter (m) atau kategori tinggi di antaranya Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Perairan Barat Pulau Enggano, Perairan Lampung, Samudra Hindia Barat Mentawai hingga Lampung. Selain itu di Samudra Hindia Selatan Banten, Samudra Hindia Selatan Jawa Timur, Selat Bali-Selat Lombok bagian Selatan, Laut Jawa bagian Timur, Perairan Kepulauan Kagean, Laut Bali, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian Selatan, dan Perairan Kepulauan Salabana-Kepulauan Selayar. 

Potensi gelombang tinggi di beberapa daerah itu membuat BMKG meminta masyarakat memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, seperti perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot ketika berada di tinggi gelombang di atas 1, 25 meter, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot ketika melintas di tinggi gelombang di atas 1,5 m, kemudian kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"BMKG juga mengimbau kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat agar tetap selalu waspada," ujarnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA