Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

JK: Kapasitas Tenaga Pendidik di Daerah Perlu Ditingkatkan

Rabu 06 Mar 2019 12:33 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolanda

Jusuf Kalla. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (5/3).

Jusuf Kalla. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat diwawancarai wartawan di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa (5/3).

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Baiknya kapasitas pendidik menciptakan SDM yang baik pula.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menilai perlunya peningkatan kapasitas tenaga pendidik di daerah-daerah. Menurut JK, pendidikan tambahan penting bagi para tenaga pendidik untuk mengembangkan pendidikan di daerah.

"Juga mendidik guru di daerah, karena ilmu berkembang. Kalau guru-guru di desa tak diajarkan ilmu terus menerus, maka ilmunya akan stagnan. Jika stagnan ilmunya, maka muridnya juga stagnan," ujar JK saat membuka peresmian Kongres Asosiasi Pendidikan Masyarakat Indonesia (Apenmasi) di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (6/3).

Menurut JK, jika kemampuan peserta didik stagnan, maka kemampuan sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan juga tidak dapat dipenuhi. Karenanya, ia mengajak peserta Kongres Apenmasi untuk berperan dalam meningkatkan kapasitas guru-guru di daerah.

"Saya yakin saudara-saudara semua yang memiliki keahlian, kemampuan, dan kesempatan untuk bekerja di daerah-daerah, bisa memberikan manfaat yang besar bagi kita semuanya," ujar JK.

Ia menambahkan, fokus pemerintah saat ini juga ialah meningkatkan mutu SDM dan skil kemampuan masyarakat atas kebutuhan lapangan kerja saat ini. Karenanya, pendidikan menjadi faktor penting dalam peningkatan tersebut.

"Pemerintah punya program, tapi yang paling penting SDM-nya yang dapat untuk terjun ke masyarakat seperti itu," kata JK.

Apalagi dengan jumlah pengangguran di Indonesia yang jumlahnya sekitar enam persen dan tingkat kemiskinan yang masih ada sekitar 25 juta orang.

"Kita masih ada 25 juta orang yang dikategorikan masuk ke kemiskinan. Masih ada 6 persen pengangguran dalam negeri ini. Semua itu membutuhkan suatu skill. Karena itu lah pendifikan vokasi, kemasyarakatan, keahlian, dan pendidikan-pendidikan non formal lain dibutuhkan," kata JK.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA