Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Sabtu, 17 Zulqaidah 1440 / 20 Juli 2019

Fenomena Atmosfer Terpantau Muncul Bersamaan di Bulan Maret

Senin 04 Mar 2019 07:14 WIB

Rep: Lilis Handayani/ Red: Dwi Murdaningsih

Hujan lebat (ilustrasi)

Hujan lebat (ilustrasi)

Foto: AP/Rodrigo Abd
Fenomena altmosfer membawa konsekuensi meningkatnya potensi curah hujan tinggi.

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Masyarakat di berbagai daerah di Indonesia diminta untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari kedepan. Sebab, memasuki awal Maret 2019, beberapa fenomena atmosfer terpantau muncul secara bersamaan.

Baca Juga

Deputi Bidang Meteorologi, R Mulyono R Prabowo, dalam siaran persnya yang disampaikan Forecaster BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyn, menjelaskan, beberapa fenomena tersebut dapat membawa konsekuensi meningkatnya potensi curah hujan tinggi di kawasan Indonesia. Saat ini, teridentifikasi adanya aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) di Samudera Hindia.

MJO merupakan fenomena gelombang atmosfer yang bergerak merambat dari barat (Samudera Hindia) ke timur. Fenomena itu dapat meningkatkan potensi curah hujan di daerah yang dilaluinya.

"MJO diprakirakan akan bergerak melintas wilayah Indonesia yang dapat bertahan hingga satu minggu ke depan,’’ kata Ahmad, Sabtu (2/3).

Menurut Ahmad, kondisi tersebut menyebabkan masuknya aliran massa udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia, khususnya di Indonesia bagian Barat dan Tengah. Adapun dampak yang ditimbulkannya yaitu meningkatnya potensi curah hujan di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, hingga Sulawesi.

Selain MJO, dari analisis pola pergerakan angin, BMKG juga mendeteksi adanya sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatera. Pola pergerakan angin itu membentuk daerah pertemuan angin cukup konsisten di wilayah Sumatra, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa.

BMKG pun menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada  pada periode awal Maret, khususnya dampak dari potensi curah hujan tinggi. Sebab, kondisi tersebut dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

"Kondisi itu dapat meningkat hingga pertengahan Maret 2019,’’ terang Ahmad.

Adapun wilayah-wilayah yang berpotensi hujan lebat antara lain Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku, Papua Barat dan Papua.

"Termasuk juga Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan),’’ kata Ahmad.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA