Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Monday, 21 Syawwal 1440 / 24 June 2019

Tim Gabungan Antisipasi Meluasnya Karhutla di Riau

Jumat 22 Feb 2019 18:02 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Friska Yolanda

Warga melintas di jalan yang berkabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai, Dumai, Riau, Jumat (15/2/2019).

Warga melintas di jalan yang berkabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai, Dumai, Riau, Jumat (15/2/2019).

Foto: Antara/Aswaddy Hamid
Tim gabungan terus melakukan pendinginan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang terjadi di Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dapat meluas akibat angin kencang dan cuaca panas disana. Saat ini, luas wilayah yang terbakar mencapai 40 hektare.

"Mengingat arah angin yang bertiup sangat kencang dan bahan bakar sangat banyak dan kering, tidak menutup kemungkinan kebakaran akan meluas," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat dikonfirmasi, Jumat (22/2).

Baca Juga

Lokasi kebakaran itu terjadi di Jalan Semoga Jaya, RT 01/01, Kelurahan Terkul, Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Menurut Sutopo, jenis tanah yang terkena dampak kebakaran adalah tanah gambut dengan vegetasis semak belukar dan sawit.

"Hari keenam saat ini tim Manggala Agni KLHK Daops Dumai melakukan kegiatan dan pemadaman yang ada di Kecamatan Rupat bersama instansi terkait dan masyarakat dengan luas terbakar kurang lebih 40 hektare," jelasnya.

Menurut Sutopo, saat ini tim Manggala Agni KLHK Daops Dumai masih merupaya membekap pejalaran api. Hal tersebut dilakukan agar api tidak merambat ke lokasi yang belum terbakar. Pembekapan pejalaran api itu, kata dia, dilakukan dengan kekuatan penuh dan maksimal.

Di samping itu, terkait karhutla yang terjadi di Dumai, Provinsi Riau, tim gabungan juga terus melakukan pemadaman dan pendinginan (mopping up) hingga hari ini. Tim gabungan menyisir asap yang masih ada karena tak menutup kemungkinan cuaca panas dan angin kencang di sana membuat api akan hidup kembali.

"Hari ke-14, Manggala Agni KLHK Daops Dumai saat ini melanjutkan melakukan mopping up ke TKP. Tim menyisir asap-asap yang masih ada," ujar dia.

Sutopo menerangkan,dengan cuaca panas dan angin kencang di wilayah lokasi kebakaran, kemungkinan api akan dapat hidup kembali. Hal itu juga mengingat masih banyak bahan bakar yang ada di lokasi yang terbakar.

"Manggala Agni KLHK Daops Dumai akan terus berupaya semaksimal mungkin agar api benar-benar padam," jelas Sutopo.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA