Thursday, 25 Syawwal 1443 / 26 May 2022

Game Online Kurangi Ekspresi dan Interaksi Sosial Anak

Sabtu 27 Jul 2019 22:40 WIB

Rep: Febrian Fachri / Red: Friska Yolanda

Ilustrasi Game Online

Ilustrasi Game Online

Foto: Foto : MgRol_94
Sering muncul perilaku agresif dari anak-anak yang kecanduan game online.

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Dokter spesialis anak dari Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) M Djamil Padang Asrawati menguraikan dampak positif dan negatif dari kecanduan bermain gadget dan game online yang kini cukup mempengaruhi kehidupan anak-anak. Kecanduan game online dapat berpengaruh pada interaksi sosial anak.

Pada era kemajuan teknologi dan komunikasi sekarang ini, kata  Asrawati, permainan digital di dunia maya terhubung dengan puluhan orang sekaligus dengan beragam permainan. Yang menambah daya tariknya, ada bumbu persaingan dan kompetisi sehingga meransang para pemain untuk tampil maksimal dan pantang menyerah. 

Baca Juga

"Permainan online juga disajikan dengan audio dan visual yang menarik bahkan untuk game tertentu, karakter yang muncul bisa terlihat seperti nyata dan hidup," kata Asrawati saat mengisi Talk Show yang membahas 'Kecanduan Game Online dan Gadget' serta upaya kencegahan kekerasan terhadap anak dan Remaja di di Aula RSUP M Djamil, Kota Padang, Sabtu (27/7).

Sebenarnya, lanjut Asrawati, gadget dan game online punya dampak positif buat anak. Pertama, meningkatkan konsentrasi, mengembangkan daya berpikir meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan untuk hiburan, pengalihan perhatian serta mengurangi stres.

Namun, banyak juga fakta dapak negatif dari kecanduan gadget dan game online ini, terutama kepada anak-anak yang sudah tidak lagi mengenal waktu berlarut bersama gadget dan game online. Anak-anak yang kecanduan gadget dan game online menurut pengamatan Asrawati sering lupa segala hal. Mereka lupa mengerjakan PR, membantu orang tua dan aktivitas dunia nyata lainnya. 

Pecandu gadget dan game online juga sering akan kehilangan konsentrasi di dunia nyata. Misalnya saat belajar di sekolah, sedang mengerjakan tugas, PR dan sebagainya karena pikirannya sudah terikat dengan gadget dan game online

"Karena kurang aktivitas (di dunia nyata), anak-anak pecandu gadget dan game online kurang sosialisasi, kurang berekspresi dan berinteraksi," ujar Asrawati.

Yang berbahaya lanjut asrawati adalah, timbulnya perilaku agresif sebagai luapan emosi anak sebagai reaksi kegagalan dalam melawan lawan atau musuh di game online. Misalnya, meluapkan dengan cara pengrusakan benda atau mudah marah kepada orang. 

Asrawati menjelaskan, secara kesehatan, candu terhadap gadget dan game online juga berdampak pada kesehatan anak. Larut dalam gim di dunia maya membuat anak susah tidur, mood kurang bagus dan parahnya akan mengganggu kestabilan mental. Sementara dampak buruk pada kehidupan sosial, anak akan punya public speaking yang buruk, selalu apatis, merasa kesepian dan perilaku yang buruk.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA