Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Wednesday, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 February 2020

Pemudik Setia Gunakan Bus karena Punya Sensasi Tersendiri

Jumat 31 May 2019 13:38 WIB

Red: Bayu Hermawan

Suasana pemudik saat mendatangi Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (30/5).

Suasana pemudik saat mendatangi Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Kamis (30/5).

Foto: Tahta Aidilla/Republika
Bagi sebagian orang mudik dengan menggunakan bus punya sensasi tersendiri

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah pemudik hingga kini masih tetap setiap menggunakan bus untuk pulang ke kampung halaman. Bagi mereka, perjalanan mudik dengan menggunakan bus mempunyai sensasi tersendiri.

Baca Juga

"Kalau naik pesawat, baru berangkat sudah sampai, biasa saja, tidak ada sensasinya, berbeda kalau naik bus," kata salah seorang pemudik tujuan Sumatera Selatan, Nando (22), di Terminal Kampung Rambutan, Jumat (31/5).

Menurut Nando, pulang menggunakan bus memiliki cerita-cerita seru di sepanjang perjalanan yang nantinya akan menjadi kenangan mudik. "Kita bisa lihat keindahan Indonesia di sepanjang perjalanan, merasakan puasa dan berbuka di perjalanan, juga ada kejadian-kejadian menarik dan itu tidak kita kita dapatkan kalau naik pesawat," ujarnya.

Nando mengaku tidak merasa rugi mudik menggunakan bus meski harga tiketnya tidak berbeda jauh dengan tiket pesawat. "Yang penting suasananya itu, jangankan harga, waktu saja rasanya tidak rugi, ke tempat saya sekitar 17 jam perjalanan, kalau pesawat malah bisa satu jam," katanya.

Nando mendapatkan tiket ke Palembang Sumatera Selatan seharga Rp550 ribu, ia membeli sesaat sebelum berangkat di loket Terminal Kampung Rambutan, harga tersebut tidak jauh berbeda kalau dibandingkan dengan tiket pesawat dilihatnya di aplikasi tiket online, yakni sekitar Rp830 ribu.

Hal senada juga disampaikan oleh salah seorang pemudik tujuan Kota Krui Provinsi Lampung, Dodi Saputra, ia memilih mudik menggunakan bus karena suasana kekeluargaan antar penumpang. "Kita saling tidak kenal, namun tujuan sama, akhirnya berinteraksi dan merasa memiliki nasib yang sama terasa kekeluargaannya, sama-sama susah senang di perjalanan," katanya.

Pemudik lainnya, Dewinda, mengatakan ia juga memilih menggunakan bus karena sepanjang perjalanan bisa membayangkan rindu menunggu saat-saat berkumpul dengan keluarga. "Jadi di perjalanan aku membayangkan orang tua menunggu di terminal, aku turun dari bus bertemu keluarga dengan suasana haru," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA