Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Sunday, 18 Zulqaidah 1440 / 21 July 2019

Tol Trans-Jawa Buat Sopir Truk Merasa Nyaman dan Hemat Waktu

Jumat 01 Feb 2019 05:21 WIB

Red: Agung Sasongko

Tol Trans Jawa Ilustrasi

Tol Trans Jawa Ilustrasi

Foto: Antara/Zabur Karuru
Masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki utamanya rest area.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kehadiran Tol Trans Jawa dinilai mampu menghemat waktu tempu dan memperlancar pengiriman logistik.  Iwan (38) misalnya, pria yang berprofesi sebagai sopir truk tersebut mengaku gembira dengan keberadaan Tol Trans Jawa.

"Bagus, meringankan beban sopir," kata Iwan saat dijumpai di Rest Area KM 19 Bekasi, Jawa Barat, Kamis (31/1). Selain itu ia juga berharap agar perusahaan tempatnya bekerja dapat menambah uang jalan agar dapat selalu melintasi Tol Trans Jawa.

"Kalau uang jalan yang diberikan oleh pihak perusahaan, saya mau. Karena lumayan menghemat waktu. Lebih enak ketimbang lewat pinggir atau jalur biasa," tuturnya.

Ya, kendala biaya mungkin masih mengganjal bagi sebagian sopir truk. Namun, dibalik harga yang dibayar, ada keuntungan berlebih yang didapatkan.  Hal itu diungkapkan oleh Boniran (50), pria yang biasa mengantar logistik dari Surabaya ke Bekasi tersebut mengaku keberadaan Tol Trans Jawa adalah hal yang baik bagi pengemudi truk.

"Tol itu jelas bagus terlebih untuk truk, kemacetan berkurang, waktu lebih cepat. Meski tol itu mahal, tetap lebih cepat dan efektif," ujar Boniran di lokasi yang sama.

Lain lagi dengan Adi (35), jika dua sopir sebelumnya bicara soal kecepatan, Adi lebih memperhatikan kenyamanan. Menurutnya, Tol Trans Jawa menambahkan opsi bagi pengemudi truk terkait kenyamanan.

Pasalnya, mengemudi sepanjang hari ditambah bobot kendaraan yang begitu berat, membuat pengemudi perlu memiliki opsi jalan yang memudahkan para pengemudi dalam mengemudikan kendaraannya.

Dibalik nyamannya berkendara di sepanjang jalur Tol Trans Jawa, Adi menyayangkan beberapa kekurangan yang ada di jalur tersebut. Pria yang murah senyum itu mengeluhkan kurangnya tempat peristirahatan bagi pengemudi truk, atau rest area.

Padahal, kata dia, dengan panjangnya perjalanan yang ditempuh para pengemudi truk, ia dan rekan-rekannya sangat membutuhkan tempat peristirahatan yang cukup untuk sekedar beristirahat, mengisi bahan bakar atau melakukan perawatan ringan terhadap truknya.

"Padahal ini kan alternatif buat kenyamanan dan enak, mudah bawa mobil bagi sopir," tutur Adi.

Sekedar informasi, Tol Trans Jawa resmi beroperasi dari Merak hingga Pasuruan sejak 20 Desember 2018 lalu, peresmiannya ditandai dengan diresmikannya ruas tol Grati-Pasuruan oleh Presiden Joko Widodo. Dengan begitu, mulai 2015 hingga 2018 lalu telah diselesaikan secara keseluruhan pembangunan 616 km jalan tol.

Ruas tol Trans Jawa yang nantinya membentang dari Merak hingga Banyuwangi sepanjang 1.150 km, dari panjang tersebut, 933 km telah tersambung dari Merak hingga Grati-Pasuruan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA