Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

Saturday, 20 Ramadhan 1440 / 25 May 2019

85 Orang Meninggal Akibat DBD di Awal 2019

Rabu 23 Jan 2019 22:16 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas kesehatan memberikan penanganan medis kepada pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Kamis (17/1/2019).

Petugas kesehatan memberikan penanganan medis kepada pasien penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Rumah Sakit Umum Daerah Simpang Lima Gumul, Kediri, Jawa Timur, Kamis (17/1/2019).

Foto: Antara/Prasetia Fauzani
Sejak 1 Januari sudah ada 9.439 kasus di DBD di seluruh Indomesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sejak 1 Januari 2019 hingga 23 Januari 2019 sedikitnya terjadi 9.439 kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia. Kemenkes juga melaporkan 85 jiwa diantaranya meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Direktur Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, mulai awal 2019 hingga sore hari ini terjadi sudah terjadi 9.439 kasus DBD.

"Ada 9.439 kasus DBD dan yang meninggal hingga sore hari ini 85 jiwa. Data update kasus DBD terus bergerak karena kami minta daerah melaporkan setiap jam," katanya saat dihubungi Republika.co.id, Rabu (23/1).

Rinciannya, dia melanjutkan, sebanyak 112 kasus DBD di Aceh kemudian yang meninggal satu jiwa. Kemudian di Sumatra Utara terjadi 23 kasus DBD dan tidak ada penderita yang meninggal dunia. Di Sumatra Barat 140 kasus DBD, Riau 152 kasus, Kepulauan Riau 173 kasus, Jambi 199 kasus, Sumatra Selatan 334 kasus, Bangka Belitung 65, Bengkulu 88 kasus, Lampung 821 kasus. 

Sementara di Pulau Jawa yaitu Banten 349 kasus dan satu jiwa meninggal akibat DBD, DKI Jakarta 370 kasus DBD,  698 kasus DBD di Jawa Barat dan kematian satu jiwa, 521 kasus di Jawa Tengah, kemudian di Yogyakarta 79 kasus.

"Kasus tertinggi di Jawa Timur yaitu 1.847 kasus dan kematian 37 jiwa," ujarnya.

Sedangkan di Borneo yaitu di Kalimantan  Barat 191 kasus DBD dan satu meninggal, Kalimantan Tengah 91 kasus DBD dan empat jiwa meninggal. Kemudian Kalimantan Selatan 339 kasus dan satu jiwa meninggal, Kalimantan Timur 281 kasus dan satu jiwa meninggal serta di Kalimantan Utara 172 kasus. Ia juga menyebut di Sulawesi yaitu Sulawesi Utara 720 kasus dan 10 meninggal dunia, Gorontalo 147 kasus dan dua jiwa meninggal. Kemudian di Sulawesi Tengah 87 kasus dan dua diantaranya meninggal dunia, di Sulawesi Barat 18 kasus dan satu jiwa yang meninggal, dan di Sulawesi Selatan 363 kasus dan lima jiwa meninggal, dan di Sulawesi Tenggara 98 kasus dan tidak ada yang meninggal. 

"Di Bali sebanyak 138 kasus, Nusa Tenggara Timur 785 kasus dan 13 jiwa meninggal," katanya.

Selanjutnya di Maluku 13 kasus, dan Papua 25 kasus dan satu yang meninggal. 

Sebelumnya kasus DBD terus terjadi bahkan meningkat jumlahnya saat ini karena kewaspadaan di masyarakat memasuki musim penghujan yang belum optimal. Pemberantasan sarang nyamuk tidak terjadi inilah yang membuat jentik serta jumlah nyamuk terus bertambah apalagi saat musim penghujan yang banyak genangan yang merupakan tempat nyamuk menetaskan telur.

"Karena itu, secara kuantitas banyak nyamuk yang tertular virus dengue kemudian mereka berkembangbiak. Nyamuk tersebut yang kemudian menggigit orang dan terjadilah kasus DBD," ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA