Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Monday, 15 Safar 1441 / 14 October 2019

Jokowi Diminta Belajar dari Kesalahan Hatta Rajasa

Kamis 17 Jan 2019 06:51 WIB

Red: Didi Purwadi

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Foto: AP/Alastair Grant
Debat pilpres perdana akan diselenggarakan pada Kamis (17/1) malam nanti.

REPUBLIKA.CO.ID, SIEM REAP -- Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla, tidak bisa hadir memberikan pelatihan debat kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf jelang debat perdana pada Kamis (17/1). Namun, JK hanya memberi pesan kepada Jokowi-Ma'ruf untuk belajar dari kesalahan kontestan Pilpres sebelumnya.

Wapres Jusuf Kalla berpesan agar pasangan capres-cawapres nomor urut 01 tersebut jangan sampai salah pemahaman. Itu seperti yang dialami cawapres Hatta Rajasa pada debat Pilpres 2014. Hatta saat itu keliru menyebut Adipura dengan Kalpataru.

''Dibutuhkan kemampuan pengetahuan umum, jangan salah sebut Adipura dengan Kalpataru. Bukan salah ngomong saja, tapi salah pengertian,'' kata Wapres JK di sela-sela kunjungan kerja di Siem Reap, Kamboja, Rabu, seperti dikutip Antara.

Debat pilpres perdana akan diselenggarakan pada Kamis (17/1) malam nanti. Acara debat digelar di Hotel Bidakara, Jakarta, dengan mengusung tema hukum, hak asasi manusia, korupsi dan terorisme.

Sebagai rangkaian kampanye, debat pilpres akan digelar sebanyak lima kali. Yakni dua kali untuk debat pasangan calon, dua kali debat calon presiden dan satu kali debat calon wakil presiden.

JK mengatakan dirinya hanya diminta memberikan contoh debat. Itu mengingat dia pernah berpengalaman mengikuti debat pilpres tiga kali pada Pilpres 2004, 2009 dan terakhir 2014.

Selaku Ketua Dewan Pengarah TKN, JK menyarankan agar pasangan Jokowi-Ma'ruf menggali lebih dalam terkait pengetahuan umum. Ia juga menyarankan lawan dari pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu harus mampu mempertahankan argumen.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA