Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Diminta Trik Debat, Jusuf Kalla: Lihat Saja Youtube

Kamis 17 Jan 2019 06:42 WIB

Red: Didi Purwadi

Jusuf Kalla

Jusuf Kalla

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
JK berpengalaman mengikuti debat pilpres tiga kali pada Pilpres 2004, 2009 dan 2014.

REPUBLIKA.CO.ID, SIEM REAP -- Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melakukan kunjungan kerja di Siem Reap, Kamboja, Rabu (16/1). Karenanya, JK yang menjabat Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin ini tidak bisa hadir memberikan pelatihan debat kepada pasangan Jokowi-Ma'ruf jelang debat perdana pada Kamis (17/1) malam.

''Saya tidak ikut (memberikan pelatihan) karena ada di sini (Kamboja),'' kata JK, seperti dikutip Antara, Rabu. ''Saya bilang, lihat saja di Youtube, itu debat-debat (pilpres) yang lalu bagaimana.''

JK mengatakan ketidakhadirannya tidak akan mengganggu persiapan Jokowi-Ma'ruf. Karena, TKN pastinya memiliki banyak ahli yang paham soal teknis debat.

Menurut Jusuf Kalla, TKN juga sudah membuka youtube untuk mengetahui permasalahan teknis debat. ''Mereka (tim) sudah buka itu. Semuanya ada, bagaimana caranya debat,'' kata Wapres JK.

Jusuf Kalla mengatakan dirinya hanya diminta memberikan contoh debat. Karena, dia pernah berpengalaman mengikuti debat pilpres tiga kali pada Pilpres 2004, 2009 dan terakhir 2014.

Sementara Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Hasto Kristiyanto, mengatakan debat capres-cawapres menjadi momentum Jokowi-Ma'ruf menunjukkan sebagai pemimpin rakyat yang amanah. Menurut Hasto, pasangan capres-cawapres nomor urut 01 ini adalah pemimpin rakyat yang berasal dari rakyat.

''Mereka sangat memahami kondisi rakyat yang menginginkan kehidupan tenang, damai, dan jauh dari ancaman,'' kata Hasto kepada pers, di Media Center Cemara, Menteng, Jakarta, Rabu.

Sebagai pemimpin rakyat, menurut Hasto, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin sangat memahami kondisi psikologis dan sosial masyarakat. Sehingga keduanya akan menyampaikan pernyataan yang santun dan membangun optimisme, bukan dengan kata-kata kasar dan mewacanakan pesimisme.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA