Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Selasa, 18 Sya'ban 1440 / 23 April 2019

Rumah Yatim Bantu Evakuasi Korban Longsor Bersama BNPB

Jumat 04 Jan 2019 16:32 WIB

Red: Agus Yulianto

Relawan Rumah Yatim mengevakuasi korban longsor bersama BNPB di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Relawan Rumah Yatim mengevakuasi korban longsor bersama BNPB di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Foto: dok. Rumah Yatim
Evakuasi erkendala ketebalan lumpur yang mencapai 10 meter dan kurangnya alat berat.

REPUBLIKA.CO.ID, Berada di lereng gunung serta perbukitan, sebuah kampung yang dihuni oleh 29 keluarga tertimbun tanah longsor. Puluhan orang menjadi korbannya. Dampak dari bencana tersebut juga membuat sebagian warga kehilangan rumah dan sanak keluarga. Bukan hanya itu, dampak bencana di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi itu menyebabkan sebagian akses jalan rusak. 

Untuk menempuh ke lokasi bencana, tim relawan harus menempuh jarak 10 kilometer dari zona aman menuju lokasi bencana dengan berjalan kaki. Serta harus melewati medan yang licin dan terjal selama dua jam. Berbagai kendala dialami tim relawan Rumah Yatim saat akan bantu evakuasi. 

Kendati demikian, hal itu tidak menyurutkan niat dan semangat para relawan yang gigih untuk bantu para korban selamat yang tengah mencari sanak saudaranya yang masih tertimbun material longsoran. Menurut pantauan salah seorang relawan di lapangan, Solehudin, bukan hanya akses dan medan jalan yang sulit, curah hujan yang tinggi menjadi kendala tim relawan saat melakukan evakuasi. 

photo

Relawan Rumah Yatim mengevakuasi korban longsor bersama BNPB di Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

“Jadi evakuasinya sebentar-sebentar, karena hujannya deras sering turun, sehingga agak menyulitkan proses evakuasi. Jadi saat hujan kita berhenti dulu, karena dikhawatirkan ada longsor lagi,” katanya,dalam keterangannya yang diterima Republika.co.id, Jumat (4/1). 

Masa evakuasi terus berjalan, meski terkendala ketebalan lumpur tanah yang mencapai 10 meter dan kurangnya alat berat atau eskavator. Sehingga menyulitkan proses evakuasi. Meskipun banyak orang diterjunkan pada proses evakuasi ini, namun para relawan tetap menemukan kendala. 

Seperti yang diungkapkan Solehudin, evakuasi tersebut berada di bawah komando tim BNPB, BNPD, dan Basarnas. Sehingga, segala bentuk tindakan evakuasi harus sesuai dengan arahan BNPB. 

Medan yang sulit serta cuaca yang tidak mendukung sempat menyulitkan proses evakuasi dan menjadi kendala di lapangan. Sehingga, proses evakuasi pada Rabu (2/1) kemarin, terpaksa dihentikan sementara. Ia mengungkapkan, pada hari selanjutnya, Kamis (3/1), proses evakuasi akan dilanjutkan kembali dengan dibantu dari relawan Rumah Yatim dan lembaga lainnya.

“Insya Allah kita juga akan beri bantuan untuk korban yang selamat dari bencana itu. Sebelumnya kita akan sosialisasikan dan data dulu korban yang selamat,” ujarnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA