Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kamis, 20 Sya'ban 1440 / 25 April 2019

Kemensos Sediakan Rp 1 M untuk Bantu Pengungsi Tsunami

Selasa 25 Des 2018 16:10 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Ratna Puspita

Sejumlah warga terdampak tsunami saat mencari barang berharganya di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (25/12).

Sejumlah warga terdampak tsunami saat mencari barang berharganya di Desa Way Muli, Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (25/12).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Dana Rp 1 Miliar merupakan bantuan tahap pertama untuk korban tsunami Selat Sunda.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sosial RI telah menyediakan bantuan tahap pertama untuk korban tsunami Selat Sunda. Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan Kemensos telah menyediakan dana untuk bantuan sebesar Rp 1 M untuk Banten dan Lampung. 

"Bantuan tanggap darurat provinsi Banten total sekitar Rp 535 juta. Bantuan tanggap darurat untuk provinsi Lampung sekitar Rp 531 juta," kata Harry pada Republika, Selasa (25/12). 

Bantuan yang diberikan oleh Kemensos berupa kebutuhan sehari-hari seperti makanan, perlengkapan anak-anak, perlatan dapur, dan selimut. Selain itu, Kemensos juga menyediakan dapur umum untuk para pengungsi. 

Harry menjelaskan, Kemensos menyediakan lima dapur umum yang dikelola oleh Tagana di masing-masing provinsi. Provinsi Banten dapur umum berada di lapangan futsal belakang kantor Kecamatan Labuan, di depan kantor Koramil Kecamatan Cinangka, Kampung Kadongdong Desa Banjamasin Kecamatan Carita, Kantor Kecamatan Angsana, dan Kantor Badan Penyuluh KB Kampung Kertajaya, Kecamatan Sumur. 

Sementara untuk Provinsi Lampung, dapur umum berada di Kantor Gubernur Provinsi Lampung, Depan Kominfo Lampung, MTS Negeri Way Muli Kecamatan Rajabasa, Kampung Siaga Bencana Kabupaten Pring Sewu, dan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus. 

Menteri Sosial Agus Gumiwang mengatakan dapur umum beroperasi dengan kapasitas produksi 3.000 nasi bungkus per hari. Tim Tagana bersama dengan dinas sosial setempat bekerjasama di dapur umum tersebut. 

"Selain mengelola dapur umum, Tagana juga membantu proses identifikasi korban meninggal," kata Agus.

Selain dari segi material, Kemensos juga menyediakan bantuan psikososial berupa Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Lokasi LDP berada di titik yang sama dengan dapur umum. 

Agus menambahkan, Kampung Siaga Bencana (KSB) di Anyer dan Labuan juga telah diaktifkan untuk membantu proses penanganan masyarakat terdampak bencana. "Kedua KSB tersebut telah diaktivasi dan bersama-sama TAGANA melakukan tugas-tugas perlindungan korban bencana alam," kata Agus.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA