Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

BMKG: Waspadai Gelombang Tinggi di Sejumlah Laut Indonesia

Senin 24 Dec 2018 00:53 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Bayu Hermawan

Gelombang ombak tinggi (ilustrasi)

Gelombang ombak tinggi (ilustrasi)

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
BMKG memprediksi gelombang tinggi akan terjadi hingga 26 Desember mendatang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah daerah di Indonesia yang mulai berlaku pada Ahad, (23/12). Peringatan yang mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia itu berlaku sampai 26 Desember 2018.

Prakirawan BMKG, Gatot Defriyantoro menyebut gelombang ombak mencapai 2,5 meter mengancam Laut Jawa bagian barat, Laut Sulawesi, Perairan utara Halmahera sampai Papua. Penyebabnya pola angin di bagian selatan Indonesia yang bergerak dari barat daya ke barat laut dengan kecepatan angin sekitar 5-25 knot.

"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Laut Jawa bagian barat, Laut Sulawesi, Perairan utara Halmahera hingga Papua. Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang tinggi di wilayah-wilayah tersebut," katanya dalam keterangan resmi, hari ini.

BMKG mengimbau nelayan dan seluruh aktivitas pelayaran mempertimbangkan risiko melaut di waktu ini demi keselamatan diri. Ia menyebut gelombang laut dan perubahan cuaca berpotensi mengancam jiwa.

"Potensi bahaya berbeda-beda. Perahu nelayan bila kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter. Kapal tongkang bila kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter," ujarnya.

Kemudian untuk kapal feri jika kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter. Sedangkan kapal berukuran besar seperti kargo atau pesiar berbahaya melaut bila kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"Masyarakat dan kapal-kapal yang melakukan aktivitas di pesisir barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, NTB, NTT serta daerah lainnya khususnya yang tercantum harap mempertimbangkan kondisi tersebut," katanya.

Berikut daerah yang berpeluang dihantam gelombang air laut :

- Perairan Utara Sabang
- Perairan Sabang-Banda Aceh
- Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai
- Perairan Enggano-Bengkulu
- Perairan Barat Lampung
- Samudera Hindia Barat Sumatera
- Selat Sunda Bagian Selatan

- Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Sumba
- Selat Bali-Selat Lombok-Selat Alas Bagian Selatan
- Perairan Pulau Sawu hingga Pulau Rote-Kupang
- Laut Timor Selatan NTT
- Laut Sawu hingga Selat Ombai
- Perairan Selatan Flores
- Samudera Hindia Selatan Jawa hingga NTT

- Laut Natuna Utara
- Perairan Utara Kepulauan Anambas hingga Kepulauan Natuna
- Laut Jawa Bagian Barat dan Tengah
- Perairan Kepulauan Baubau-Kepulauan Wakatobi
- Laut Sulawesi
- Perairan Perairan Utara Sulawesi

- Perairan Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud
- Perairan Bitung-Manado
- Laut Maluku bagian Utara
- Perairan Halmahera
- Perairan Utara Papua Barat hingga Papua
- Samudera Pasifik Utara Halmahera hingga Papua.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA