Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jelang Nataru, Menag Ajak Tebarkan Kedamaian

Ahad 23 Des 2018 21:08 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Reiny Dwinanda

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Jelang Nataru, Menag mengajak semua elemen bangsa bijak menyikapi perbedaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan pesan menjelang Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019. Dalam rangka merayakan dua momentum itu, Lukman mengajak kepada semua pihak untuk terus menebarkan kedamaian di bumi nusantara.

Baca Juga

"Selamat merayakan Natal dan menyambut tahun baru 2019. Semoga kita semua terus berkemampuan menebarkan kedamaian, kepada siapapun, di manapun, dan kapanpun," ujar Lukman dalam pesan teks yang diterima Republika.co.id, Ahad (23/12).

Selaku menteri Agama, Lukman menyampaikan ucapan selamat Natal kepada segenap umat Kristiani. Dia berharap, Hari Natal bisa menjadi penyemangat umat Kristiani dalam mewujudkan kesejahteraan antarsesama anak bangsa.

"Semoga damai dan bahagia senantiasa menyertai kita dan menjadi penyemangat kita mewujudkan sejahtera bagi sesama," ucap Lukman.

Menjelang Natal dan tahun baru, Lukman juga mengajak kepada semua elemen bangsa agar bersedia untuk bijak menyikapi segala perbedaan sehingga darinya terwujud kebersamaan yang penuh dengan kedamaian. Ia mengingatkan, kedamaian dapat memberikan keleluasaan melakukan kebajikan.

"Karena itu, saya mengajak seluruh umat Kristiani khususnya dan segenap umat beragama untuk berpartisipasi aktif menciptakan suasana damai dan terus proaktif mendukung percepatan pembangunan," kata Lukman.

Menurut Lukman, perayaan Natal seharusnya tidak hanya dilakukan dengan nyanyian dan pujian semata. Natal juga harus dijadikan momentum untuk memahani hakikat keragaman.

"Marilah kita merayakan Natal bukan hanya dengan nyanyian dan pujian semata, tetapi juga dengan upaya konkret memahami hakikat keragaman, menyadari luhurnya martabat kemanusiaan, dan pentingnya membangun peradaban," kata Lukman yang alumnus Pondok Pesantren Gontor.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA