Jumat, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 Desember 2018

Jumat, 7 Rabiul Akhir 1440 / 14 Desember 2018

'Hentikan Anggapan Jokowi Kurang Perhatian ke Islam'

Kamis 06 Des 2018 13:29 WIB

Red: Indira Rezkisari

Tokoh islam dan Guru Bangsa Buya Ahmad Syafii Maarif.

Tokoh islam dan Guru Bangsa Buya Ahmad Syafii Maarif.

Foto: Republika/Iman Firmansyah
Buya Syafii menilai, tuduhan ke Jokowi itu tidak elok.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Mantan ketua umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif berharap, anggapan yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) kurang perhatian terhadap Islam dihentikan. Hal itu disampaikan Buya Syafii saat memberikan tausiyah dalam resepsi Milad 1 Abad Madrasah Muallimin Muallimat Muhammadiyah yang dihadiri Presiden Joko Widodo di Madrasah Muallimin, Yogyakarta, Kamis (6/12).

"Jadi, kalau ada orang mengatakan ini Presiden kurang perhatian kepada Islam, saya kira, hentikanlah cara-cara itu," kata Syafii. Perkataan Syafii itu, antara lain, merujuk kesediaan Jokowi menghadiri acara Milad 1 Abad Mullaimin dan Muallimat yang mengusung tema "Diaspora Kader Melintasi Zaman" itu.

Ia menyebut, Presiden Joko Widodo merupakan Presiden RI yang pertama mengunjungi Madrasah Muallimin Muhammadiyah sejak didirikan oleh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan pada 1918 sebagai sekolah pencetak kader Muhammadiyah. "Presiden Joko Widodo mungkin presiden pertama yang berkunjung ke Muallimin," kata dia.

Selain di Muallimin, Syafii juga mengapresiasi kesediaan Presiden yang pada akhir bulan lalu berkunjung ke Lamongan, Jawa Timur, untuk memberikan surat keputusan (SK) kepada beberapa perguruan milik Muhammadiyah sekaligus membuka Muktamar Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM) di Surabaya. "Dan nanti Presiden masih akan berkunjung ke Universitas Aisyiyah (kampus yang didirikan organisasi Aisyiyah di Yogyakarta," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Syafii juga menegaskan bahwa kehadiran Jokowi dalam resepsi Milad 1 Abad Muallimin dan Muallimat bukan sebagai calon presiden. "Yang datang hari ini Presiden, bukan capres. Kalau capres dia tidak boleh masuk di lingkungan pendidikan, tapi kalau Presiden boleh, itu aturan KPU dan Bawaslu," kata dia.

Selain Presiden Jokowi, hadir dalam acara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, Staf Kepresidenan Ali Mochtar Ngabalin, serta Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir.

Koordinator Humas dan Media Milad 1 Abad Muallimin dan Muallimat Rahmat Chairul mengatakan, tema "Diaspora Kader Melintasi Zaman" sengaja dipilih sebagai simbol bahwa para santri Muallimin dan Muallimat sebagai kader Muhammadiyah siap berdiaspora melintasi zaman memasuki abad kedua. "Termasuk, menandakan para kader siap go international," kata dia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Ketua TKN Buka Kegiatan Kamis Kerja

Kamis , 13 Des 2018, 21:31 WIB