Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Presiden Nikmati Kuliner Lokal di Rest Area Sragen-Ngawi

Rabu 28 Nov 2018 12:05 WIB

Red: Indira Rezkisari

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kedua kanan), Dirut Jasa Marga Desi Arryani (kiri), Dirjen Bina Marga Sugiyartanto (kanan) dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono (kedua kiri) meninjau Tol Solo-Ngawi segmen Sragen-Ngawi seusai peresmian di Rest Area KM 538, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11).

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno (ketiga kanan), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kedua kanan), Dirut Jasa Marga Desi Arryani (kiri), Dirjen Bina Marga Sugiyartanto (kanan) dan Bupati Ngawi Budi Sulistyono (kedua kiri) meninjau Tol Solo-Ngawi segmen Sragen-Ngawi seusai peresmian di Rest Area KM 538, Sragen, Jawa Tengah, Rabu (28/11).

Foto: Antara
Presiden mau UKM lokal tidak sebatas jadi penonton di rest area.

REPUBLIKA.CO.ID, SRAGEN -- Presiden Joko Widodo bersama beberapa menteri menikmati sajian kuliner lokal di Rest Area 538 B Sragen Jalan Tol Sragen-Ngawi, Jawa Tengah, Rabu (28/11).  Joko Widodo (Jokowi) tampak mengangkat gelas kopi ketika menikmati kuliner, antara lain bersama Menteri Sekretaris Negara M Pratikno, Menteri BUMN Rini Soemarno, dan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen.

Presiden menyatakan senang di lokasi tempat istirahat itu terdapat banyak kuliner lokal. "Di kanan ada soto kuali, ada lontong opor, ada pecel lele, ada oseng kikil, ada bebek rica-rica. Nengok ke kiri juga ada soto madura, bakso malang, ada roti ganep," katanya.

Presiden ingin rest area dipenuhi oleh produk-produk lokal dari daerah-daerah di lokasi tempat istirahat. Harapannya tersebut sudah diutarakan sejak beberapa waktu lalu.

"Jangan sampai justru dipenuhi oleh brand-brand asing, dari luar, dan brand-brand lokal hanya menjadi penonton," katanya.

Ia menyebutkan di rest area Tol Sragen-Ngawi konsep itu sudah mulai diterapkan. "Saya harapkan di rest area yang lainnya juga mengikuti seperti ini," katanya.

Ia juga menyebutkan rest area memberi wadah bagi pelaku UMKM untuk berkembang. "Ada wadahnya sehingga dampaknya nanti kita lihat 1-2 tahun akan kelihatan seperti apa, kita akomodasi keinginan dari pelaku usaha mikro usaha kecil utk memanfaatkan, memasarkan produk-produknya di rest area," katanya.

Ia menyebutkan konsep mengembangkan UMKM di rest area sangat bagus. "Ini mau dikonsep lagi dalam bentuk food court bareng-bareng agar lebih bagus lagi," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA