Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Wednesday, 5 Rabiul Akhir 1440 / 12 December 2018

Korban Lion Air Asal Italia Belum Diserahkan

Ahad 18 Nov 2018 19:10 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sejumlah keluarga dan kerabat berdoa saat pemakaman korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Arif Yustian di TPU Karang Anyarm Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/11/2018).

Sejumlah keluarga dan kerabat berdoa saat pemakaman korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 Arif Yustian di TPU Karang Anyarm Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, Jumat (9/11/2018).

Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Jenazah WNA Italia menunggu pemeriksaan DNA di negara asalnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur maupun perwakilan Lion Air belum menyerahkan jenazah Warga Italia Andrea Manfredi yang menjadi korban Lion Air JT 610 kepada keluarga. Jenazahnya masih dalam status dititipkan.

"Ada dua yang dititipkan jenazah asal Italia dan satunya bayi Kyara Kyara Aurine Deniendra," kata Kepala Bidang DVI Pusat Kedokteran dan Kesehatan Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Lisda Cancer di Jakarta, Ahad (18/11).

Lisda mengatakan jenazah Andrea Manfredi masih menunggu direpatriasi pemeriksaan DNA di Italia. Sehingga jasadnya masih berada di RS Polri Sukanto Kramat Jati.

Sementara bayi Kyara, menurut Lisda menunggu kepastian identifikasi kedua orang tuanya yang turut menjadi penumpang Lion Air JT 610. "Yang bayi (Kyara) masih menunggu ayah dan ibunya karena sampai sekarang belum terindentifikasi," ujar Lisda.

Berdasarkan informasi, orang tua Kyara yakni Rizal Gilang Perkasa Sanusi Putra dan Wita Seriani merupakan penumpang Lion Air yang terlibat kecelakaan.

Saat ini, tim Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit Polri Sukanto Kramat Jati Jakarta Timur telah mengidentifikasi 100 penumpang terdiri daru 73 laki-laki dan 27 perempuan.

Sebelumnya, pesawat tipe B737-8 Max dengan Nomor Penerbangan JT 610 milik operator Lion Air yang terbang dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Banten menuju Bandar Udara Depati Amir Pangkal Pinang terjatuh di perairan Tanjung Karawang Jawa Barat pada 29 Oktober 2018 sekitar pukul 06.33 WIB.

Pesawat berigistrasi PK-LQP tersebut mengangkut 182 orang penumpang dan tujuh awak penerbang.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES