Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Wednesday, 17 Ramadhan 1440 / 22 May 2019

Mendagri: Wayang Kulit dapat menjadi Media Politik Santun

Ahad 11 Nov 2018 22:36 WIB

Red: EH Ismail

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama Jaksa Agung HM Prasetyo, menyaksikan gelaran wayang kulit semalam suntuk berjudul Sesaji Rajasurya

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama Jaksa Agung HM Prasetyo, menyaksikan gelaran wayang kulit semalam suntuk berjudul Sesaji Rajasurya

Wayang Kulit jadi media pendidikan politik yang mudah dipahami, menarik, menghibur

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo bersama Jaksa Agung HM Prasetyo, menyaksikan gelaran wayang kulit semalam suntuk berjudul Sesaji Rajasurya. Acara ini digelar di De' Tjolomadoe, Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (10/10).

Pertunjukan wayang kulit dengan Dalang Ki Warseno Slenk dan Ki Purbo Asmoro merupakan rangkaian acara memperingati Hari Wayang Sedunia. Menurut Tjahjo, gelaran wayang kulit adalah bentuk apresiasi dan kecintaan serta pelesatarian terhadap budaya lokal, khususnya wayang kulit.

"Dengan seni pertunjukkan wayang kulit, terutama masyarakat Jawa memiliki dampak sangat positif dan efektif sebagai salah satu sarana sosialiasi khususnya memberikan pendidikan  politik bagi masyarakat," kata Tjahjo.

Tjahjo  menuturkan, tahun politik seperti saat ini, yaitu Pemilu Serentak 2019, wayang kulit dapat menjadi media untuk disisipi materi pendidikan politik yang santun, cerdas dan lebih beretika agar semua pihak menciptakan suasana yang rukun, aman dan damai.

"Gunakan berbagai saluran media pendidikan politik yang mudah dipahami, menarik, menghibur salah satunya ya dengan media gelaran wayang kulit," pungkasnya.

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA