Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Sunday, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

BMKG: Waspadai Potensi Bencana Hidrometrologi

Ahad 11 Nov 2018 07:02 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Ratna Puspita

[Ilustrasi] Warga menyaksikan rumah yang tertimbun material tanah longsor di Desa Bojongsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11/2018).

[Ilustrasi] Warga menyaksikan rumah yang tertimbun material tanah longsor di Desa Bojongsari, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (8/11/2018).

Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Hujan lembar berdampak genangan, banjir, longsor, dan banjir bandang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan kondisi cuaca dalam sepekan terakhir menunjukkan adanya peningkatan curah hujan secara signifikan. Hujan lebat hingga hujan sangat lebat terjadi di sebagian wilayah Indonesia yang berdampak genangan, banjir, longsor, dan banjir bandang.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R Prabowo menuturkan, satu pekan ke depan, curah hujan dengan intensitas lebat masih berpeluang terjadi. "Kondisi itu dapat berpotensi mengalibatkan bencana hidrometeorologi antara lain genangan, banjir, longsor, banjir bandang, dan puting beliung," kata dia dalam keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Ahad (11/11).

Prabowo mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan. “Seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” kata dia.

Dia mengatakan kondisi cuaca ini dipicu oleh adanya aktivitas aliran massa udara basah atau fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) dari Samudera Hindia sebelah barat Sumatra yang menuju ke wilayah Indonesia. "Terutama, Indonesia bagian barat dan tengah yang menyebabkan kondisi atmosfer wilayah tersebut sangat basah," kata dia.

Prabowo menjelaskan,  pada skala lokal, proses konveksi atau pemanasan dan penguapan lokal juga turut mendukung adanya pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan. Adanya pola sirkulasi angin tertutup (siklonik) yang berada di Samudera Hindia perairan barat Sumatra dan Laut Cina Selatan bagian barat perairan Kepulauan Natuna mempengaruhi pola pergerakan angin sehingga terbentuk pola belokan, pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah tersebut. 

"Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia bagian barat dan tengah," ujar dia.

Prabowo mengatakan, kondisi seperti itu dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat dan petir serta angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode sepekan ke depan.

Wilayah tersebut antara lain sebagian besar wilayah di Sumatra seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung. Semua provinsi di Pulau Jawa, yakni Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur. 

Sebagian wilayah di Kalimantan, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur. Serta, Sulawei Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara. Papua Barat, dan Papua

Sementara itu, BMKG mencatatan perkiraan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga 4,0 meter di Samudera Hindia barat Aceh, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Bengkulu. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES