Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Saturday, 8 Rabiul Akhir 1440 / 15 December 2018

Kenapa Air Rebusan Pembalut Bikin Candu? Ini Kata BNN

Sabtu 10 Nov 2018 00:45 WIB

Red: Nidia Zuraya

Seorang sipir melintas di depan poster kampanye anti narkoba.  (Foto Ilustrasi)

Seorang sipir melintas di depan poster kampanye anti narkoba. (Foto Ilustrasi)

Foto: Ismar Patrizki/Antara
Reaksi zat yang terkandung di dalam pembalut menyebabkan pusing

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Masyarakat Indonesia dihebohkan oleh perilaku sekelompok orang yang meminum air rebusan pembalut. Aksi ini dilakukan untuk mendapatkan sensasi nge-fly bak usai menyalahgunakan zat psikotropika.

Baca Juga

Ahli kimia farmasi dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Pol Drs Mufti Djusnir, MSi, Apt, kepada Antara melalui sambungan telepon, Jumat (9/11), menyebutkan terdapat dua zat yang terkandung dalam pembalut yakni zat penyerap air dan antiseptik atau chlorine yang juga bersifat antimikroba.

Chlorine yang diperuntukan untuk pemakaian di bagian luar tubuh berbahaya jika sampai terminum. Efek yang muncul saat seseorang meminum cairan mengandung chlorine adalah keracunan.

"Chlorine memang tergolong antiseptik, antimikroba tetapi berisiko. Kalau sampai diminum bahaya. Saat penyerapan oleh tubuh, kalau memang dia zatnya beracun, biasanya ada reaksi tubuh yang spontan. Tubuh punya semacam alarm, kalau ada yang aneh-aneh, tubuh akan mengeluarkan," ujar Mufti.

Salah satu reaksi keracunan yang seringkali muncul adalah pusing. Menurut Mufti, reaksi ini yang mungkin para peminum air rebusan pembalut sebagai sensasi fly.

"Reaksi zat yang terkandung dalam pembalut itu menyebabkan penyalaguna menjadi pusing, yang dia anggap nge-fly. Padahal pusing karena keracunan. Tetapi kami belum memastikan apakah semua pembalut mengandung chlorine," kata dia.

Mufti menuturkan, ketimbang memikirkan resiko kesehatan yang terjadi, para penyalahguna lebih mementingkan sugesti yang terpuaskan. "Para penyalahguna dan pecandu itu hanya sugesti yang dicari. Karena sudah kehabisan barang, tidak mampu beli lagi, dia coba-coba lah, yang penting bisa ada sensasinya. Saya pikir (air rebusan pembalut) eneg, pusing. Dia kira enak," katanya.

Sebelumnya, BNN menemukan kasus remaja mabuk rebusan pembalut terjadi di beberapa wilayah tanah air, yakni di Jawa Tengah,  Jawa Barat dan DKI Jakarta. Perilaku ini para remaja anggap sebagai alternatif untuk nge-fly.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES