Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Minggu, 10 Rabiul Awwal 1440 / 18 November 2018

Ulama Asal Bangkalan Ini Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Jumat 09 Nov 2018 21:16 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Esthi Maharani

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk Joko Widodo-Maruf Amin, Machfud Arifin seusai memimpin rapat perdana TKD Jatim di Hotel Wyndham Surabaya, Selasa (25/9).

Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk Joko Widodo-Maruf Amin, Machfud Arifin seusai memimpin rapat perdana TKD Jatim di Hotel Wyndham Surabaya, Selasa (25/9).

Foto: Republika/Dadang Kurnia
Syaichona Cholil memiliki jasa yang besar terhadap negara

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Jajaran Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Timur untuk pemenangan Jokowi-KH Maruf Amin bersilaturahim dengan para kiai di Ponpes Al-Hikam, Bangkalan, Madura, pada Jumat (9/11). Pada kesempatan yang sama, jajaran TKD Jatim juga menyempatkan diri berziarah ke makam Syaichona Cholil, seorang ulama kharismatik asal Bangkalan.

Ketua TKD Jatim Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin mengungkapkan, kunjungannya tersebut juga dalam rangka mengintip peluang untuk Syaichona Cholil bisa diusulkan diberi gelar pahlawan nasional. Itu tak lain karena dia merasa, Syaichona Cholil memiliki jasa yang besar terhadap negara ini.

“Kami punya harapan agar Syaichona Cholil bisa ditetapkan sebagai pahlawan nasional. Kami paham bahwa para kiai pasti tidak memusingkan gelar pahlawan, tapi itu adalah wujud penghargaan terhadap jasa ulama, khususnya Syaichona Cholill, yang sangat besar bagi bangsa ini,” ujar Machfud.

Machfud menjelaskan, Syaichona Cholil adalah guru para ulama besar, seperti KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahab Hasbullah, KH Bisri Syansuri, KH Bisri Mustofa, KH Nawawi, KH Asad Syamsul Arifin. Banyak pesantren di Indonesia mempunyai keterkaitan dengan Syaichona Cholil, baik langsung maupun tidak.

Syaichona Cholil juga lah yang meminta KH Asad Syamsul Arifin untuk mengirim isyarah berupa tongkat ke KH Hasyim Asyari, yang kemudian dikenal sebagai awal mula cerita berdirinya Nahdlatul Ulama (NU). Sehingga, dari Syaichona Cholil itu lah lahir banyak ulama besar dan tokoh-tokoh yang menjaga bangsa ini dari kehancuran dan perpecahan.

"Bisa dibayangkan jika tidak ada murid-murid beliau hingga saat ini yang dikenal sebagai ulama penjaga ke-Indonesiaan. Sehingga ini perlu inisiasi untuk mengusulkan beliau sebagai pahlawan nasional, merisetnya, merancang kajian akademiknya. Kami sepenuhnya berharap itu dan siap mendukung,” ujar mantan Kapolda Jatim tersebut.

Di Ponpes Al-Hikam, kehadiran TKD Jokowi-KH Maruf Amin disambut pengasuh Ponpes Al-Hikam KH Nuruddin A. Rahman. Di sana juga digelar pertemuan terbatas dengan 30 ulama Bangkalan dan sekitarnya. Diantaranya dihadiri KH Muhaimin Maki, KH Sirajul Umam, KH Fathurrozi Jamil, KH Jazuli Nur, dan KH Mahrus Cholili.

KH Nuruddin A. Rahman mengatakan, dari hari ke hari dukungan untuk Jokowi-KH Maruf Amin di Pulau Madura semakin besar. “Ada Kiai Maruf Amin, beliau ulama sepuh, mantan pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama. Kami ini punya kewajiban moral. Kalau kata orang Madura, ta’ teghah (tak tega) melihat beliau berjuang sendirian,” ujar KH Nuruddin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES