Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Monday, 11 Rabiul Awwal 1440 / 19 November 2018

Hingga Hari ini, 195 Kantong Jenazah Berhasil Dievakuasi

Kamis 08 Nov 2018 21:56 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Andi Nur Aminah

Petugas mengidentifikasi kantong jenazah yang berisi puing dan korban pesawat Lion Air JT-610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/11).

Petugas mengidentifikasi kantong jenazah yang berisi puing dan korban pesawat Lion Air JT-610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (5/11).

Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
Operasi hari ini, tim SAR berhasil menemukan delapan kantong jenazah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terdapat delapan kantong jenazah yang berhasil dievakuasi tim penyelam Badan SAR Nasional (Basarnas) pada hari ke-11 pencarian dan pengevakuasian korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610. Dengan demikian, jumlah total kantong jenazah yang telah berhasil dievakuasi menjadi 195 kantong.

"Operasi hari ini, tim SAR berhasil menemukan delapan kantong jenazah. Semua jenazah telah diberi label dan kami serahkan kepada tim DVI untuk selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Polri," ujar Kabag Humas Basarnas, Suhri Sinaga, saat konferensi pers di Posko JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/11).

Tim Basarnas memang masih terus melaksanakan operasi SAR di lokasi jatuhnya pesawat, yakni di Perairan Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat. Mereka beroperasi di sektor prioritas I yang telah diberi tanda untuk penyelaman, di mana di tanda tersebut dicurigai terdapat korban yang belum ditemukan.

Titik penanda penyelaman yang sebelumnya menggunakan Kapal Teluk Bajau Victory milik Pertamina, kini diganti dengan KR Baruna Jaya I milik BPPT. Kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan scan side zonar, multi beam echo sounder (MBES), ping locator untuk mendeteksi bagian kotak hitam cockpit voice recorder (CVR), dan remotely operated underwater vehicle (ROV).

Target operasi Basarnas selama masa perpanjangan ini adalah terus mencari dan mengevakuasi korban yang diduga masih berada di dasar laut. Korban yang ada di sekitaran puing dan serpihan pesawat, dengan radius 250 meter. "Tim SAR melakukan penyapuan, baik di dasar laut maupun di permukaan untuk mencari korban," katanya.

Terkait pencarian CVR yang menjadi tanggung jawab dan tugas KNKT, telah dikerahkan empat alat ping locator yang telah disiapkan di atas KR Baruna Jaya I. Jika alat tersebut berhasil mendeteksi sinyal CVR, maka sebagian penyelam Basarnas siap turun tangan untuk membantu proses pencarian hingga pengangkatannya. "Kami bersinergi, solid, dan bahu membahu di lapangan," lanjutnya.

Sementara itu, pada prioritas II, tim SAR melakukan penyapuan di area sekitar center point hingga penyapuan di sepanjang garis pantai Tanjung Karawang-Tanjung Pakis untuk mencari korban yang kemungkinan hanyut terbawa arus. Pada operasi hari ini, Basarnas mengerahkan KN SAR Basudewa sebagai on scene coordinator, KN SAR Sadewa sebagai SAR unit (SRU). KN SAR Drupada sebagai SRU dan dua unit rubber inflatable boat, serta 41 personel penyelam dari Basarnas Special Group (BSG).

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES