Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Jumat, 21 Sya'ban 1440 / 26 April 2019

Satwa di Istana Negara akan Dirawat Bersama IPB

Rabu 07 Nov 2018 01:17 WIB

Red: Nur Aini

Hewan Rusa. Ilustrasi

Hewan Rusa. Ilustrasi

Foto: Reuters
Satwa di Istana Negara akan digunakan untuk uji coba dan penelitian.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Sekretariat Negara bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) merawat sejumlah satwa dengan menandatangani sejumlah Nota Kesepahaman (MoU) terkait penelitian hewan.

"Kami di lingkungan Sekretariat Negara memiliki beberapa lokasi Istana Kepresidenan yang tentunya perlu kami kembangkan dan kami rawat," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono saat acara penandatanganan MoU di Wisma Negara, komplek Istana Kepresidenan, Jakarta pada Selasa (6/11).

Terdapat dua nota kesepahaman yang ditandatangani yaitu MoU tentang kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat oleh Kasetpres Heru dan Rektor IPB Arif Satria. Sementara Nota Kesepahaman Kerja Sama Bidang Pendidikan dan Penelitian Bidang Kedokteran Hewan ditandatangani oleh Kepala Istana Cipanas Mustafa dan Dekan Fakultas Kedokteran Hewan IPB diwakili oleh Prof dr hewan Agus Setiono.

Menurut Heru, terdapat sejumlah potensi kerja sama seperti pemeliharaan satwa yang ada di sejumlah istana serta pengelolaan benda-benda istana. Heru mengatakan perawatan sejumlah satwa antara lain kuda, rusa, dan kambing dapat diternakkan dan IPB berkemampuan dalam hal itu. Hingga saat ini, Heru mencatat terdapat sebanyak 21 hewan kuda yang dipelihara istana.

Kasetpres menjelaskan istana nantinya juga terbuka bagi mahasiswa-mahasiswi IPB untuk menggunakan satwa tersebut bagi uji coba dan penelitian.

Sementara itu, Rektor IPB Arif Satria mengatakan IPB juga dapat mengerjakan pengembangan dan pengelolaan lanskap termasuk pengukuran dan diagnosis kondisi pepohonan di lima istana kepresidenan yang berada di Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogyakarta dan Bali. "Saya kira kerja sama ini akan bersifat sangat luas dan semoga bisa segera dilanjut dengan 'Memorandum of Agreement' sehingga bisa kita langsungkan kegiatan-kegiatan di lapangan," kata Arif.

Arif menjelaskan IPB memiliki alat USG pohon untuk mendeteksi kekuatan pohon untuk mengantisipasi pohon tumbang yang dapat memberi kerugian.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA