Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Sunday, 17 Zulhijjah 1440 / 18 August 2019

Wakapolri: Jenazah Sudah tak Utuh

Selasa 30 Oct 2018 12:04 WIB

Red: Friska Yolanda

Konferensi Pers Divisi Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri terkait perkembangan identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, Senin (29/10), Jakarta.

Konferensi Pers Divisi Disaster Victim Identification (DVI) Rumah Sakit (RS) Polri terkait perkembangan identifikasi korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610, Senin (29/10), Jakarta.

Foto: Republika/Imas Damayanti
Wakapolri mengimbau agar pemeriksaan DNA dupercepat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Ari Dono mengungkapkan, saat mengecek sudah ada 24 kantong jenazah RS Polri Kramat Djati, Jakarta Timur. Saat melakukan pengecekan kantong jenazah, ia mengaku melihat satu jenazah bayi. Sementara jenazah lainnya sudah dalam kondisi yang tidak utuh.

Ari Dono menjelaskan, 24 kantong jenazah ini tidak hanya berisi satu jenazah, melainkan ada beberapa yang masih proses identifikasi. “Iya tadi saya lihat ada potongan tubuh juga, saya lihat ada (jenazah) bayi, dewasa sebagian besar, ada juga material sepatu. Itu yang saya lihat tadi,” ujar dia saat mendatangi RS Polri Kramat Djati, Jakarta Timur, Selasa (30/10).

Dalam mengidentifikasi jenazah tersebut, pihak rumah sakit belum menemukan kendala yang berat, dan masih dalam proses pemisahan masing-masing jenazah untuk diidentifikasi oleh ahli forensik. Jika jenazah sudah bisa diidentifikasi, berita acara segera dibuat terkait penyerahan jenazah kepada keluarga.

“(Untuk estimasi waktu identifikasi jenazah) nanti dokter yang sampaikan. Imbauan untuk keluarga agar mempercepat pemeriksaan DNA, kemudian baik orang tua maupun anak korban dapat segera datang ke rumah sakit, karena posmortem hanya kerabat yang dapat menjelaskan pakaian, atau ciri-ciri fisik,” jelas Ari Dono.

Sebelumnya, maskapai Lion Air dengan nomor penerbangan JT-610 rute Jakarta-Pangkalpinang mengalami hilang kontak pada Senin (29/10). Pesawat tersebut melakukan lepas landas pada pukul 6.20 WIB lalu hilang kontak pada pukul 6.33 WIB, dan dipastikan pesawat jatuh.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA