Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Sunday, 16 Sya'ban 1440 / 21 April 2019

Unesco Akui Indonesia Sebagai Negara Adidaya Bidang Budaya

Rabu 24 Oct 2018 23:50 WIB

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir  Effendy pada saat memberikan pengarahan pada acara Event Sejarah  berupa Seminar dengan tema  Menggali, Mengembangkan dan Menanamkan  Nilai-nilai Sejarah Pendidikan Muhammadiyah sebagai Implementasi  Penguatan Pendidikan Karakter, di Universitas Aisyiyah Yogyakarta,  Rabu (24/10).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada saat memberikan pengarahan pada acara Event Sejarah berupa Seminar dengan tema Menggali, Mengembangkan dan Menanamkan Nilai-nilai Sejarah Pendidikan Muhammadiyah sebagai Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter, di Universitas Aisyiyah Yogyakarta, Rabu (24/10).

Foto: Republika/Neni Ridarineni
Mendikbud menyebut pengakuan Unesco penting agar tak diakui negara lain

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyampaikan badan PBB, UNESCO mengakui kehebatan Indonesia di bidang budaya. Bahkan, petinggi UNESCO sampai mengatakan pada Muhadjir bahwa Indonesia ialah negara super power (adidaya) di bidang budaya.

Alasannya karena Kemendikbud mengajukan budaya Indonesia untuk diakui dunia secara terus-menerus kepada UNESCO dalam kategori World Herritage atau warisan dunia. Bahkan antrean atas usulan Kemendikbud sampai mendominasi antrean dari negara lain.

"Dia (Direktur UNESCO) sampai geleng-geleng. Bilang negara anda (Indonesia) super power di bidang budaya. Nggak ada negara lain yang beringas ini ajukan usulan," katanya sembari tertawa usai mengisi kegiatan diskusi Forum Merdeka Barat pada Rabu (24/10).

Muhadjir menekankan pengakuan budaya Indonesia dari UNESCO penting agar tak diklaim oleh negara lain. Jenis budaya pencak silat, kata dia, sempat negara lain coba untuk mendapat klaim. Beruntung upaya negara itu tak berhasil. Untuk tahun ini, Mendikbud mengajukan 30 jenis budaya untuk diakui UNESCO. Namun tiap tahunnya, kuota pengakuan hanya satu budaya saja.

"Cuma satu per tahun, maka tahun ini ajukan gamelan. Enggak bisa banyak yang lain ngantri. Kita sangat kaya dari antrean itu. Termasuk ada bebarapa yang mau diakui negara tetangga kami sudah pagari termasuk pencak silat," ujarnya.

Ia optimis gamelan akan mudah mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai budaya asli Indonesia. Sebab gamelan sudah menerobos dunia hingga ada sejumlah komunitasnya tersendiri di luar negeri. Muhadjir sendiri mengklaim sudah memainkan gamelan sejak kecil.

"Gamelan sangat punya peluang besar diakui karena hampir semua negara dunia adopsi gamelan. Di Inggris ada 230 komunitas gamelan. Kita ada program darma siswa beasiswa 1 tahun WNA belajar sastra Indonesia dan seni. Mereka jadi penggerak (gamelan) di negara asalnya," ungkapnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA