Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Thursday, 9 Safar 1440 / 18 October 2018

Sekjen PBB Apresiasi Pemerintah Indonesia Tangani Bencana

Jumat 12 Oct 2018 15:08 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Bayu Hermawan

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (10/10).

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Rabu (10/10).

Foto: Antara/Fikri Yusuf
Sekjen PBB Antonio Guterres mengunjungi lokasi bencana di Kota Palu.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres menyampaikan duka cita atas bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah (Sulteng). Sekjen PBB juga mengapresiasi tanggap darurat yang dilakukan pemerintah Indonesia.

"Tidak mungkin untuk tidak merasa sedih saat melihat kehancuran (seperti ini)," ujarnya Guterres di Perumnas Balaroa, Palu Barat, Sulteng, Jumat (12/10).

Selain itu, Guterres mengatakan akan menunjukkan rasa solidaritas terhadap masyarakat Indonesia, terutama terhadap masyarakat Sulawesi, atas kejadian bencana alam ini. Kemudian, ia juga mengutarakan rasa simpatinya kepada masyarakat Indonesia.

"Saya ingin mengapresiasi atas reaksi tanggap darurat yang dilakukan pemerintah Indonesia," katanya.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva. Kristalina menyampaikan hal yang tak jauh berbeda dengan Gutteres, yakni turut merasa simpati dan juga berencana mengirimkan bantuan untuk para korban dan untuk memperbaiki fasilitas yang rusak akibat gempa dan tsunami.

"Menghormati sedalam-dalamnya terhadap pemerintah Indonesia dan terhadap masyarakat Indonesia," katanya.

Kedua tokoh internasional itu turut didampingi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), dan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Wilayah dan Kehidupan Masyarakat Provinsi Aceh dan Kepulauan Nias Provinsi Sumatera Utara, Kuntoro Mangkusubroto. Menurut JK, Kuntoro turut diundang untuk memberikan pengalaman penanganan di Aceh.

"Kita undang untuk memberikan pengalaman di Aceh bagaimana rehabilitasi Aceh, konstruksi di Aceh dapat selesai dengan baik dan cepat. Dan itu bagus," ucap JK.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA