Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Gubernur Bali Bangga Konsep Tri Hita Karana Mendunia

Jumat 12 Oct 2018 13:40 WIB

Rep: Mutia Ramadhani/ Red: Nidia Zuraya

Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster bangga diadopsinya konsep Tri Hita Karana dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia (World Bank) 2018 di Bali.

Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster bangga diadopsinya konsep Tri Hita Karana dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia (World Bank) 2018 di Bali.

Foto: Republika/Mutia Ramadhani
Tri Hita Karana merupakan kosmologi sekaligus falsafah hidup masyarakat Hindu Bali

REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG -- Gubernur Provinsi Bali, Wayan Koster bangga diadopsinya konsep Tri Hita Karana dalam Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) - Bank Dunia (World Bank) 2018 di Bali. Tri Hita Karana merupakan kosmologi sekaligus falsafah hidup masyarakat Hindu Bali.

Tri Hita Karana terbentuk dari tiga kata, yaitu Tri artinya tiga, Hita artinya kebahagiaan atau sejahtera, Karana artinya sebab atau penyebab. Jadi Tri Hita Karana mempunyai arti tiga penyebab kebahagiaan.

Sumber-sumber kebahagiaan tersebut dalam ajaran Hindu bersumber dari tiga keharmonisan, yaitu parhyangan (manusia dengan Tuhan), palemahan (manusia dengan alam lingkungan), dan pawongan (manusia dengan sesama).

"Dipromosikannya kearifan lokal kami dalam pertemuan internasional merupakan peristiwa besar yang membanggakan bagi umat Hindu dan masyarakat Bali," katanya, Jumat (12/10).

Koster menyebut Tri Hita Karana juga diaplikasikan dalam pola pembangunan Bali ke depan, sesuai visi misi kepemimpinannya, Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Koster mengatakan Bali akan bersinergi dengan semua pihak yang memiliki kepedulian dengan manusia, alam, dan budaya.

"Program saya ke depannya adalah mengonservasi alam, manusia, dan budaya Bali," katanya.

Sebelumnya pada penutupan Tri Hita Karana Forum di Nusa Dua, Kamis (11/10), Presiden Joko Widodo menggugah kesadaran peserta dan delegasi yang hadir bahwa pembangunan berkelanjutan harus bermuara pada kebahagiaan. Presiden mengatakan meski bukan yang terkaya atau pun termaju, banyak hal menunjukkan orang-orang Indonesia salah satu yang paling bahagia di dunia.

Presiden mengundang seluruh peserta dan delegasi untuk mencari tahu alasan di balik itu dengan mendatangi berbagai tempat di Indonesia. Pada kesempatan ini, pemerintah Indonesia menandatangani kerja sama senilai 30 juta dolar AS sebagai bagian dari penerapan pembangunan berkelanjutan berbasis Tri Hita Karana di United in Diversity Campus, Bali.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA