Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Wednesday, 8 Safar 1440 / 17 October 2018

Ini Kata Menkes Tentang Bantuan untuk Donggala

Kamis 11 Oct 2018 22:38 WIB

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Agus Yulianto

Tenaga medis Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) sebelum melakukan operasi di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10).

Tenaga medis Rumah Sakit Terapung Ksatria Airlangga (RSTKA) sebelum melakukan operasi di atas kapal yang bersandar di Pelabuhan Donggala, Sulawesi Tengah, Kamis (11/10).

Foto: Republika/Ronggo Astungkoro
Terkendalanya aliran listrik menyebabkan tindakan operasi masih sedikit dilakukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan terus membantu wilayah bencana Palu dan Donggala. Salah satunya dengan menerjunkan tim yang akan menangani masalah-masalah urgen.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nila Moeloek mengatakan,  sangat mengapresiasi bantuan dari banyak pihak yang sengaja datang langsung ke lokasi bencana untuk membantu korban. Menurut dia, sedikitnya rumah sakit yang rusak di Palu dapat membantu menangani jumlah korban kritis, baik melalui tindakan operasi maupun lainnya. 

Meski begitu, Nila mengakui, hingga kini tindakan operasi masih sedikit dilakukan mengingat terkendalanya aliran listrik. “Saat ini operasi sudah bisa dilakukan meski terkadang masih terkendala dengan masalah listrik, meski kami sudah menggunakan jet set, tapi ada kendala pula dari bahan bakar,” katanya kepada awak media seusai  Evaluasi Nasional pelayanan haji 2018, Kamis (11/10). 

Menurut Nila, selain terus berusaha menolong korban bencana, Kemenkes juga terus berupaya menjaga kesehatan warga Palu dan Donggala dari sumber penyakit, mengingat masih banyaknya jenazah yang belum dapat dikubur dengan layak. Tim kesehatan lingkungan Kemenkes, ucap dia, telah dikirim untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut agar penyebaran virus dan resiko terjadinya infeksi dapat dihindari. 

“Kita juga harus mengatasi kejadian pascabencana, seperti kebersihan dapur umum, kesediaan air, dan lainnya. Insya Allah masih berjalan dan akan ada tim yang bergantian membantu korban bencana,” kata Nila.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA