Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Thursday, 17 Rabiul Awwal 1441 / 14 November 2019

Gempa Magnitudo 7 Guncang Pulau Terpencil Papua Nugini

Kamis 11 Oct 2018 07:45 WIB

Red:

abc news

abc news

Foto: abc news

Gempa berkekuatan 7,0 terjadi di New Britain, sebuah pulau terpencil di Papua Nugini, Kamis pagi (11/10/2018). Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan belum ada laporan langsung kerusakan.

Gempa menghantam sekitar 200 kilometer barat daya kota Rabaul dengan kedalaman hampir 40 km, tepat sebelum pukul 7 pagi waktu setempat.

"Kami merasakan gempa sedikit, tetapi itu tidak terlalu kuat," kata Roy Michael dari kantor kepolisian di kota Rabaul.

Ia mengatakan tidak ada kerusakan di kota, tetapi petugas belum dapat menghubungi desa lebih dekat ke pusat gempa.

Pusat Peringatan Tsunami di kawasan Pasifik mengatakan gelombang yang tingginya kurang dari 0,3 meter diperkirakan akan terjadi di garis pantai Papua Nugini dan Kepulauan Solomon di dekatnya.

Pusat Peringatan Tsunami Australia mengatakan garis pantai Australia tidak beresiko.

Pakar kelautan Peringatan Tsunami Pasifik, David Walsh mengatakan setiap tsunami yang terjadi karena gempa hanya akan berdampak pada daerah-daerah di sekitar pusat gempa.

Tetapi para ilmuwan tidak memiliki alat pengukur pasang di dekat tempat terjadinya gempa, sehingga saat ini belum bisa mengatakan apakah tsunami akan terjadi.

Ia mengatakan daerah-daerah yang lebih jauh tidak mungkin terkena dampak karena gempa bumi tidak "terlalu besar" dan banyak daerah terlindungi oleh daratan dan kepulauan.

Awalnya gempa ini tercatat berkekuatan 7,3 tetapi diturunkan.

Setidaknya dua gempa susulan terjadi dengan kekuatan lebih dari 5.

Bulan Maret, gempa berkekuatan 6,6 melanda di dekat kota Rabaul, tanpa ada korban atau kerusakan yang dilaporkan.

Papua Nugini, salah satu negara termiskin di dunia, berada di Cincin Api Pasifik yang aktif secara geologis.

Negara tersebut masih belum pulih dari gempa berkekuatan 7,5 yang menerjang sekitar 900km di arah barat pada Februari, menewaskan sedikitnya 100 orang.

Ikuti perkembangannya dalam bahasa Inggris disini.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA