Rabu, 23 Syawwal 1440 / 26 Juni 2019

Rabu, 23 Syawwal 1440 / 26 Juni 2019

Basarnas Fokus pada Wilayah dengan Potensi Korban Tinggi

Kamis 04 Okt 2018 20:49 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Bayu Hermawan

Anggota Basarnas bersama TNI dan relawan membawa kantong berisi jenazah korban gempa dan tsunami di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10).

Anggota Basarnas bersama TNI dan relawan membawa kantong berisi jenazah korban gempa dan tsunami di Balaroa, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (4/10).

Foto: Antara/Muhammad Adimadja
Basarnas fokus pada beberapa wilayah yang berpotensi terdapat banyak korban.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan SAR Nasional (Basarnas) memfokuskan diri pada beberapa wilayah yang berpotensi terdapat banyak korban reruntuhan.  Kepala Biro Perencanaan Basarnas Abdul Haris mengatakan, fokus lokasi pencarian penyelamatan korban ada di Roa-roa, Sigi, Balaroa, Petobo, Mamboro, Pantai Talise, Grand Mercure, Mandala Finance, dan Tafiz Jalan Kartini.

Menurutnya, berdasarkan penelitian dalam jangka waktu tujuh hari pascabencana masih ada kemungkinan hidup korban yang tertimbun. Karena itu, ditentukan prioritas lokasi. "Ada beberapa lokasi menjadi prioritas kita. Dalam riset SAR, orang dalam jangka waktu tujuh hari korban masih ada kemungkinan masih hidup. Kita masih terus lakukan operasi pencarian korban," katanya di saat konferensi pers di Graha BNPB, Kamis (4/10).

Meski begitu, menurutnya pencarian di lokasi lain tetap dilakukan. Hanya saja, pencarian di lokasi lain menggunakan potensi SAR TNI/Polri dan relawan. "Kami koordinasikan potensi SAR lainnya," ucapnya.

Dalam pencarian korban, Haris mengaku kesulitan dengan akses transportasi yang masih terbatas dan minimnya penerangan. Akibatnya, alat berat untuk membantu proses evakuasi sulit dikerahkan. Haris mengatakan, beberapa wilayah memang telah dialiri listrik. Namun, dalam lokasi pencarian Basarnas masih mengandalkan genset untuk penerangan.

"Minimnya penerangan menjadi sulit untuk mencari korban. Memang sudah ada listrik yang masuk, tetapi masih belum optimal," ujarnya.

Meski begitu, ia optimis masih dapat menyelamatkan korban selamat yang kemungkinan masih terjebak dalam reruntuhan bangunan. Karena itu, operasi SAR akan terus dilakukan sesuai prosedur.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA