Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Monday, 22 Ramadhan 1440 / 27 May 2019

Kementerian PUPR Fokus Penyediaan Air Bersih Di Palu

Rabu 03 Oct 2018 08:41 WIB

Red: EH Ismail

Kementerian PUPR sediakan prasarana sarana air bersih dan sanitasi di Palu dan Donggala

Kementerian PUPR sediakan prasarana sarana air bersih dan sanitasi di Palu dan Donggala

Ketiadaan listrik mengakibatkan PDAM dan sumur warga tidak bisa berfungsi

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) fokus penyediaan sarana dan prasarana air bersih dan sanitasi pascabencana alam gempa bumi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.  Air bersih dan sanitasi merupakan bagian dari strategi tanggap darurat di samping evakuasi korban, pembersihan kota dan pemulihan konektivitas.

“Ketiadaan listrik mengakibatkan PDAM dan sumur warga tidak bisa berfungsi,  dampaknya ketersediaan air sangat sedikit. Kami sudah operasikan hidran umum dengan sumber air dengan membuat sumur bor, sumur artesis dan sumber air permukaan. Saat ini baru 15 hidran umum yang ditempatkan di 15 lokasi pengungsian dan akan kita tambah,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, (2/10).

Kementerian PUPR telah mengirim prasarana sarana air bersih dan sanitasi secara bertahap dari tiga gudang di Makassar, Surabaya dan Bekasi. Peralatan yang dikirim berupa Mobil Tangki Air (MTA), mobil Instalasi Pengolahan Air (IPA), mobil tinja dan mobil lapangan total sebanyak total 35 unit, tenda darurat 34 unit, WC knockdown 49 unit, hidran umum 25 unit, genset 3 unit dan peralatan lainnya.

Sebanyak 15 hidran umum ditempatkan  di Lapangan Watulemo, halaman Balaikota, Bunderan Biromaru, Bunderan STQ, Makorem, Masjid Raya, Mako Sabara Saboya, Lapangan Anoa, Lapangan Perdos, Lapangan Dayodara, GOR Siranindi, Kampung Siswa, Kelurahan Pentolan Boya, BTN Lasoni, dan Mako Sat Brimob Mamboro.

Pengiriman peralatan air bersih dan sanitasi dari Bekasi dan Surabaya menggunakan Kapal Laut dan diperkirakan akan tiba dalam pada Kamis (4/10). Sementara pengiriman dari Gudang Makasar berupa 2 mobil tangki air, 15 HU Kapasitas 2 ribu liter, 10 Tenda Hunian Darurat 3x4 dan 15 WC Knockdown sudah tiba di Kota Palu. Jumlah hidran umum akan ditambah dengan dikirimkan lagi sebanyak 100 unit HU. 

Kementerian PUPR juga membangun sumur artesis & sumur bor di delapan lokasi (enam lokasi dengan genset dan dua lokasi dengan solar cell) dan sumber air permukaan (Intake Jembatan Palu dua dan Intake Jembatan Kasubi). Selain itu dilakukan pengecekan jaringan distribusi perpipaan air minum Kota Palu dan Kota Donggala untuk mengetahui kemungkinan bisa digunakan dalam distribusi air bersih.

Basuki menambahkan, jatuhnya korban jiwa tidak hanya diakibatkan oleh gempa bumi dan tsunami . Namun karena likuifikasi atau pergerakan tanah yang terjadi di Petobo dan Balaroa. “Alat berat kami sudah masuk yakni enam unit di Petobo dan empat unit di Balaroa termasuk satu eksavator dengan stone breaker dan akan kita tambah lagi mengingat luasnya wilayah terdampak. Diperkirakan banyak korban jiwa akibat likuifaksi,” jelas Basuki. 

Selain itu terdapat satu unit loader di Balaroa, empat unit dump truck yang ditempatkan dua unit di Petobo dan dua unit di Balaroa. Tambahan dua eksavator dalam perjalanan dari Makassar yang diperkirakan akan tiba Selasa (2/10).

Proses pembersihan kota dilakukan menggunakan alat berat dengan fokus utama selain di Balaroa, Petobo, runtuhan hotel-hotel dan Pantai Talise. Kementerian PUPR dengan memobilisasi tiga unit eksavator, lima loader, empat dump truck, satu grader, termasuk di Loli (Ruas Palu-Donggala). Ditargetkan pembersihan kota akan selesai dalam waktu dua pekan atau pertengahan Oktober 2018.

“Dua minggu kita targetkan bersih sehingga akan mengurangi trauma masyarakat. Hari ini Tim PUPR juga sudah masuk ke Kabupaten Donggala dan Kabupaten Sigi untuk melakukan hal serupa,” tutur Basuki.

Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah, Basuki mengatakan, rumah rusak akibat gempa bumi masih  materiadapat menggunakan kembali material dan dibangun masyarakat dibantu Pemerintah. Sementara material rumah rusak akibat likuifaksi dan tsunami sudah hancur dan sudah hilang semuanya sehingga rekonstruksinya akan dikerjakan oleh Pemerintah.

 

 

 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA