Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Sabtu, 12 Muharram 1440 / 22 September 2018

Polri Jamin Pengamanan Pemilu tidak Represif

Jumat 14 September 2018 23:08 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Indira Rezkisari

Wakapolri Komjen Pol Ari Dono mengikuti rapat kerja di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).

Wakapolri Komjen Pol Ari Dono mengikuti rapat kerja di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).

Foto: Antara/Puspa Perwitasari
Pendekatan lunak menjadi upaya pertama dalam pengamanan pemilu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polri melakukan simulasi pengamanan pemilu di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/9). Dalam simulasi itu, Wakapolri Komisaris Jenderal Polisi Ari Dono Sukmanto menegaskan, Polri tidak akan bertindak langsung represif dalam mengamankan pemilu.

"Bahwa Polri tidak ada tindakan langsung eksekusi ataupun terlalu represif," ujar Ari Dono saat simulasi pengamanan, Jumat (14/9). Simulasi yang dilakukan, kata Ari untuk mematangkan tindakan Polri dalam mengamankan pemilu 2019 mendatang.

Ari menjelaskan, dari simulasi yang dilakukan, akan ada beberapa koreksi dalam sejumlah hal. Ari menilai ada sejumlah tindakan teknis yang mesti diperbaiki oleh jajarannya. Namun ia enggan mengungkapkan strategi apa yang akan dilakukan personelnya. "Strategi, teknis, saya tidak mungkin sampaikan," ujarnya.

Dalam melakukan pengamanan pemilu, maka akan diawali oleh dalmas (pengendalian massa), polwan, imbauan-imbauan, dan negosiasi terlebih dahulu dulu. Artinya, kata dia, pengamanan dilakukan bertahap dengan lunak terlebih dahulu.

Bila ada kejadian yang tidak terkontrol dengan pendekatan lunak, maka penindakan akan sampai dengan tindakan pembubaran massa, sampai dengan diturunkannya tim anarkis. Ari menjelaskan, tim anarkis bertindak ketika memang sudah ada berjatuhan korban, baik korban manusia ataupun kerusakan harta benda yang biasanya dilakukan pada saat setelah ada pembubaran.

"Kalau dengan peringatan, tembakan peringatan ke udara dia tidak mengindahkan bahkan menyerang, secara bertahap dimainkan perkap 01 sampai dengan melumpuhkan," ujarnya.

Menurut Ari Dono, saat ini Polri sedang menganalisis dari segi waktu dan efektivitas personel dalam mengamankan pemungutan suara dalam suatu tempat pemungutan suara. Polri melakukan penyempurnaan-penyempurnaan dalam pelatihan supaya personel bisa memahami tindakan yang harus dilakukan. "Ketika dia akan main nanti sudah tidak bingung lagi. Intinya gitu. Ini udah bagus," ujar dia.

Ari Dono menambahkan, simulasi yang dilakukan dinilainya sudah cukup baik. Sehingga, pada saatnya nanti, pengamanan pemilu diyakininya sudah cukup baik.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES