Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Saturday, 18 Jumadil Akhir 1440 / 23 February 2019

Indonesia Fokus Tuan Rumah Asian Para Games 2018

Senin 03 Sep 2018 23:01 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Muhammad Hafil

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kedua kiri) bersama Chief de Missions Asian Games 2018 yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin (kiri) dan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa (tengah) memberikan paparan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (3/9).

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kedua kiri) bersama Chief de Missions Asian Games 2018 yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin (kiri) dan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S. Dewa (tengah) memberikan paparan saat konferensi pers di Jakarta, Senin (3/9).

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Asian Para Games 2018 mengusung tema kemanusiaan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Usai sukses menyelenggarakan kompetisi olahraga internasional Asian Games, pemerintah Indonesia fokus menjadi tuan rumah kompetisi olahraga untuk disabilitas internasional Asian Para Games 2018 di Jakarta. Kegiatan itu berlangsung pada tanggal 6 sampai 13 Oktober 2018 dengan mengusung sisi kemanusiaan atau humanis.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mengatakan, Asian Para Games merupakan event untuk disabilitas. Sehingga hal-hal yang dikedepankan adalah kemanusiaan.

"Asian Para Games bukan hanya event olahraga, melainkan juga kemanusian. Jadi, tidak bisa disamakan dengan Asian Games," ujarnya usai rapat koordinasi Asian Para Games 2018, di Jakarta Pusat, Senin (3/9).

Karena itu, kata dia, venue-venue untuk Asian Para Games sudah disiapkan usai menutup Asian Games mulai kemarin malam, Ahad (2/9). Ia mengklaim, persiapan sudah dilakukan sejak lama namun pihaknya hanya mematuhi aturan bahwa hal-hal terkait Asian Para Games baru bisa dilakukan lebih detil setelah penutupan Asian Games 2018 kemarin.

Ia menyebutkan, venue dan tempat untuk 18 cabang olahraga di Asian Para Games 2018 akan disesuaikan dengan kondisi para atlet yang disabilitas. Tak hanya itu, kata dia, 2.500 kamar di wisma atlet juga disesuaikan dengan kebutuhan atlet seperti kamar mandi sesuai kebutuhan hingga lift.

Ia menyebut wisma atlet ini untuk menyambut 2.800 orang atlet akan datang ke Indonesia. Kemudian 1.800 official akan berpartisipasi di Asian Para Games dan 500 media luar negeri akan meliput.

"Jadi, Asian Para Games ini berkesinambungan dengan pelaksanaan Asian Games dan semoga pelaksanaan Asian Para Games bisa sukses," katanya.

Tak berbeda dengan Asian Games, pihaknya juga akan melakukan kirab obor (torch relay) di delapan kota dan dimulai 5 September 2018. Ia menambahkan api obor juga diambil dari Mrapen, kemudian kirab berlanjut Grobogan, berlanjut ke Solo, Ternate, Maluku Utara hingga Makassar, Sulawesi Selatan, dan beberapa kota lain sampai nanti Asian Para Games resmi dibuka 6 Oktober 2018 yang akan diikuti oleh 41 National Paralympic Comittee (NPC) itu.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc), Raja Sapta Oktohari menambahkan, venue untuk kompetisi orang dengan disabilitas itu sudah dikerjakan setelah Asian Games ditutup dan pihaknya menargetkan semua selesai akhir September 2018.

"Opening dan closing (Asian Para Games 2018) tidak boleh terlalu timpang dengan Asian Games, apalagi euforianya tinggi. Mungkin yang agak sedikit berbeda kalau Asian Games membakar semangat, di Asian Para Games ada sisi kemanusiaan," ujarnya. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA