Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Ini Trik Robohkan Sapi Kurban tanpa Stres

Rabu 22 Aug 2018 20:34 WIB

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Qommarria Rostanti

Penjagal hewan memberikan teknik tepat merobohkan sapi kurban sebelum dipotong agar sapinya stres di Masjid Baiturrahman, Bandar Lampung, Rabu (22/8).

Penjagal hewan memberikan teknik tepat merobohkan sapi kurban sebelum dipotong agar sapinya stres di Masjid Baiturrahman, Bandar Lampung, Rabu (22/8).

Foto: Republika/Mursalin Yasland
Untuk merobohkan sapi, sedikitnya membutuhkan tenaga dua orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Penyembelihan hewan kurban banyak dilakukan oleh Muslim di berbagai daerah saat Idul Adha. Namun tak banyak yang mengetahui trik merobohkan sapi sebelum proses pemotongan.

Trik yang tepat diyakini tidak membuat sapi stres sebelum pemotongan. "Jangan sampai kambing atau sapi yang akan dikurbankan atau dipotong stres duluan,” kata Iwan, salah satu penjagal sapi yang disewa pengurus Masjid Baiturrahman, Bandar Lampung, Rabu (22/8).

Menurut dia, masih banyak panitia kurban yang tidak mengetahui teknik menggulingkan sapi sebelum dipotong. Akibatnya, sapi yang hendak disembelih terkadang kabur dan berontak.

Untuk merobohkan sapi, paling sedikit membutuhkan dua orang. Jika jumlahnya lebih banyak, dinilai lebih baik. Tujuannya, agar bantingan kepada sapi tidak menyakitkan dan menimbulkan stres.

Iwan mengatakan untuk merobohkan sapi, harus membuat patok kayu yang ditanam di tanah. Jika tidak, dapat memanfaatkan pohon kayu yang kuat untuk mengikatkan tali simpul pada patok. Panitia kemudian mengikatkan tali melingkar di depan kedua kaki belakang sapi.

Setelah itu, disambung dengan ikatan tali kedua dengan cara yang sama, melingkarkan tali di depan kaki belakang sapi. Setelah itu, satu atau dua orang menarik tali ke arah belakang. Satu orang lainnya memegang tali dan kepala sapi. Dalam waktu kurang dari dua menit, sapi pun roboh.

Setelah sapi roboh, keempat kaki diikat dengan menjadi satu agar sapi tidak dapat berontak lebih keras saat penyembelihan. Bagian kepala yang diikat dengan tali dipegang dengan menutup mata dan telinganya supaya sapi tidak stres saat disembelih.

Menurut Iwan, lebih baik sapi lainnya tidak melihat sapi yang disembelih. Berdasarkan pantauan Republika.co.id di lapangan, di Masjid Baiturrahman terdapat 17 sapi dan 12 kambing kurban. Panitia kurban terpaksa menyewa penjagal untuk proses pemotongan dan pengulitan agar pelaksanaan lebih cepat selesai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA