Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Rabu, 8 Safar 1440 / 17 Oktober 2018

Menaker: Masyarakat Harus Berinovasi Ciptakan Peluang

Ahad 29 Jul 2018 11:33 WIB

Red: EH Ismail

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kedua dari kiri) berbicara dalam acara Dialog Kebangsaan bertema “Peran Sociopreneur dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional” di Gedung Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri (kedua dari kiri) berbicara dalam acara Dialog Kebangsaan bertema “Peran Sociopreneur dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional” di Gedung Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Foto: Humas AKM.
Pemimpin daerah harus terkini dalam hal teknologi.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA – Era disrupsif teknologi harus dijawab dengan inovasi yang berdasarkan pengetahuan dasar ekonomi. Karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia dengan kreativitas dan inovasi yang tinggi.

“Masyarakat harus berinovasi, menciptakan peluangnya sendiri. Tanpa itu, teknologi yang ada tidak bisa dimanfaatkan secara maksimal,” kata Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri dalam acara Dialog Kebangsaan bertema “Peran Sociopreneur dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional” di Gedung Fisipol Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Sabtu (28/7).

Dalam seminar itu, Menaker memaparkan materi berjudul “Peran Sociopreneur sebagai Alternatif Karier dan Akselerator Produktivitas Masyarakat Desa”. Mengenai kreativitas dan inovasi, Hanif, mencontohkan perusahaan Grab dan Uber. Melalui penggunaan teknologi tepat guna yang dibalut dengan kreativitas dan inovasi, Grab dan Uber membuat sejumlah masalah yang dihadapi masyarakat dapat terselesaikan, khususnya mengenai kebutuhan transportasi yang cepat, nyaman, dan murah.

“Contoh saja Grab dan Uber itu. Saya pribadi mendorong teman-teman untuk menerobos batas. Start thinking out of the box. Berpikir di luar batas. Box-nya ditendang saja. Mari berpikir tanpa dihalangi oleh aturan,” kata Hanif.

Dialog Kebangsaan yang digelar Akademi Kewirausahaan Masyarakat (AKM) merupakan acara puncak dari rangkaian program AKM yang berlangsung selama 10 hari sejak 19-28 Juli 2018. AKM merupakan program pelatihan gratis kewirausahaan sosial (sociopreneurship) yang dikembangkan oleh Creative-Hub Fisipol UGM. Peserta AKM adalah 100 orang sarjana dari berbagai wilayah di tanah air yang belum terserap dunia kerja maupun tidak memiliki wirausaha (pengangguran terdidik) yang dipilih melalui proses seleksi.

Selain Menaker, hadir sebagai pembicara adalah Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo dan Budayawan Eros Djarot. Acara yang dimoderatori M Najib Azca menyerap 100 orang peserta AKM, 100 orang tamu undangan dari berbagai komunitas atau kelompok usaha masyarakat, serta 100 orang dari masyarakat umum.

Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo yang menyampaikan materi berjudul “Kehadiran Sociopreneur dalam Mewujudkan Desa Mandiri di Tengah Era Disrupsi Nasional” menyatakan, pemimpin daerah harus terkini dalam hal teknologi. Sebab, dengan pengetahuan teknologi yang mumpuni, desa yang kini berada di era disrupsi teknologi bisa memanfaatkannya sekaligus mengantarkan desa tersebut ke era keberlimpahan.

Hasto mencontohkan inovasi yang ada di Kulon Progo di bidang pangan. Kini, Kulon Progo memiliki Coklat Kalibawang dan Kopi Menoreh. Inovasi semacam itu dilakukan sebagai wujud menghadapi perubahan.

“Kita ada dalam tekanan dan harus berubah. Menghadapi perubahan, kita dihadapkan oleh pilihan, berkompetisi atau berkolaborasi,” ujar Hasto.

Adapun budayawan Eros Djarot memberikan pandangan mengenai “Antusiasme Anak Muda dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif melalui Bidang Seni dan Budaya”. Menurut Djarot, masyarakat juga harus berada dalam kotak cita-cita Bangsa Indonesia. Untuk lebih memahami dan memiliki semangat ekonomi Indonesia, kata dia, masyarakat perlu banyak membaca buku, terutama buku-buku karya Bapak Pendiri Bangsa, yakni Soekarno dan Mohammad  Hatta mengenai koperasi.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA