Tuesday, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Tuesday, 5 Rabiul Awwal 1440 / 13 November 2018

Jelang Asian Games, Pemerintah Antisipasi 3 Titik Karhutla

Jumat 13 Jul 2018 11:02 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Hazliansyah

Helikopter MI-8MTV-1 milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari udara (water boombing) saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (14/9).

Helikopter MI-8MTV-1 milik BNPB melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan dari udara (water boombing) saat terjadi kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (14/9).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Terdapat tiga titik di Sumsel yang mendapatkan pengawasan untuk antisipasi karhutla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah melakukan antisipasi kebakaran lahan gambut menjelang penyelenggaraan Asian Games di Palembang. Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead mengatakan, lembaganya bersama Kementerian LHK dan BNPB terus memantau tingkat kelembaban gambut.

"Ini kerja tim. Misalkan BMKG mengeluarkan prediksi, ini mau musim kemarau, dan arah angin ke sana ke sini. Dari situ ketahuan, kalau kebakar asapnya langsung ke mana. Kalau kesiapan patroli keamanan itu leading sektor di satgas," ujar Nazir di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/7) kemarin.

Ia mengatakan, terdapat tiga titik di Sumatra Selatan yang mendapatkan pengawasan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Ini titik permukaan air tanah dan kelembaban, tiga titik yang kita pasang alat pemantauan, ini ada nama desanya, di OKI, kelembaban 100 persen," jelasnya.

Menurut dia, batas aman kelembaban lahan gambut sehingga sulit terbakar yakni dengan tingkat kelembaban hingga 65 persen dan ketinggian air maksimal 40 cm dari permukaan tanah.

"Jadi itu contoh yang masih aman. Ini yang harus kita jaga terus," tambahnya.

Sementara itu, tingkat kelembaban di Riau disebutnya telah mencapai 60 persen. Koordinasi pun terus dilakukan. Karena itu, ia akan kembali memantau kondisi kelembaban di Riau pada bulan depan.

"Saya mau ke Riau bulan depan, harus waspada nih, karena sudah kering. Tapi kalau sudah kering, berarti harus banyak patrol," kata Nazir.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA