Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Sabtu, 8 Zulqaidah 1439 / 21 Juli 2018

Direksi BPJS Kesehatan Tampil Sebagai Frontliner

Kamis 12 Juli 2018 17:36 WIB

Red: Sandy Ferdiana

Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mundiharno mengambil alih sejenak peran frontliner di Kantor BPJS Kesehatan Cimahi, Kamis (12/7).

Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mundiharno mengambil alih sejenak peran frontliner di Kantor BPJS Kesehatan Cimahi, Kamis (12/7).

Foto: Sarah Hesty Nurrohmah/REPUBLIKA
Aksi itu merupakan rangkaian peringatan HUT BPJS Kesehatan ke-50.

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI – Ada tradisi unik yang dilakukan direksi BPJS Kesehatan dalam memeringati HUT BPJS Kesehatan ke-50. Dalam rangkaian peringatan yang berlangsung Kamis (12/7), sejumlah direksi terjun memantau dan melayani langsung peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).    

Lebih dari empat tahun ini, program JKN-KIS dikelola BPJS Kesehatan. ‘’Kegiatan eksekutif frontliner ini merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjaga dan mengoptimalkan mutu pelayanan kepada peserta JKN-KIS,’’ ujar Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Mundiharno, usai melayani peserta JKN-KIS di Kantor Cabang Cimahi, Kamis (12/07).

Kata dia, kepuasan dan loyalitas peserta menjadi prioritas BPJS Kesehatan. Untuk itu, ke depannya BPJS Kesehatan berharap para duta BPJS Kesehatan makin terpacu untuk memaksimalkan layanan. Kualitas layanan tidak boleh stagnan, karena ekspektasi peserta akan terus meningkat.

Dalam kegiatan tersebut, para direksi dan senior leader BPJS Kesehatan menggantikan sementara tugas frontliner BPJS Kesehatan, dalam memberikan pelayanan langsung kepada peserta JKN-KIS. Kata dia, direksi dan senior leader BPJS Kesehatan juga melayani masyarakat umum yang mendatangi Kantor Cabang BPJS Kesehatan, khususnya di loket fast track (pelayanan cepat).

“Berinteraksi dan melayani langsung peserta JKN-KIS tentu menjadi kesan tersendiri bagi kami. Tugas frontliner sebagai garda terdepan memiliki tantangan tersendiri,’’ tutur Mundiharno. Menurut dia, jika dibandingkan dengan negara lain, yang menerapkan sistem jaminan sosial, pertumbuhan peserta JKN di Indonesia terbilang meningkat signifikan.

Dalam waktu empat tahun, papar dia, program JKN-KIS telah mengakomodasi 80 persen penduduk Indonesia. Sebagai pembanding, negara yang menjalankan program jaminan sosial sejak lama seperti Jerman, sekitar 120 tahun, baru meng-cover 85 persen dari populasi penduduknya.

Begitupun Austria, dalam 79 tahun baru bisa meng-cover 99 persen dari populasi penduduk. Sementara Jepang memerlukan waktu 36 tahun dan Belgia membutuhkan 118 tahun untuk mencakup 100 persen penduduknya.

‘’Saat ini, program JKN-KIS telah menjadi program jaminan kesehatan terbesar di dunia, jika melihat jumlah kepesertaannya yang telah melampaui 198,8 juta dan dilaksanakan melalui pendekatan single payer institution,’’ ungkapnya.

Jumlah tersebut, lanjut dia, dipastikan akan terus bertambah hingga tercapai cita-cita Universal Health Coverage (UHC) atau cakupan kesehatan semesta. Dengan demikian, lanjut dia, nantinya seluruh penduduk Indonesia akan terlindungi oleh jaminan kesehatan JKN-KIS yang berkualitas dan berkesinambungan.

Oleh karenanya, semangat duta BPJS Kesehatan untuk mengabdi pada negeri tidak boleh surut. Kata Mundiharno, pelayanan prima harus tetap jadi yang utama. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan 22.247 FKTP yang terdiri atas 9.881 Puskesmas, 5.023 Dokter Praktik Perorangan, 5.473 Klinik Non Rawat Inap, 643 Klinik Rawat Inap, 20 RS Kelas D Pratama, serta 1.207 dokter gigi. Sementara di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 2.397 RS dan Klinik Utama, 1.607 Apotik, dan 1.079 Optik.

Khusus di wilayah Cimahi, Kepala BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Jabar M Edison menyebutkan, telah terjalin kerja sama dengan 128 FKTP yang terdiri atas 45 Puskesmas, 14 Dokter Praktik Perorangan, 66 Klinik Pratama, serta 3 Dokter Gigi. Sementara itu di tingkat FKTRL, BPJS Kesehatan Cabang Cimahi telah bermitra dengan 12 RS, 4 Apotik, dan 4 Optik.

Edison menambahkan, saat ini pencapaian 24 juta jiwa penduduk di wilayah Jabar hampir terealisasi di 22 kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah kerja Kedeputian Jabar, terkecuali Bekasi, Bogor dan Depok. Saat ini, papar dia, jumlah kepesertaan program JKN-KIS di Wilayah Kedeputian Jabar telah mencapai sekitar 23 juta jiwa.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA