Thursday, 10 Muharram 1440 / 20 September 2018

Thursday, 10 Muharram 1440 / 20 September 2018

Jokowi Meminta Ulama dan Umara Jaga Ukhuwah Bangsa

Rabu 11 July 2018 05:15 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam 'Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi)' di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7). Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Samawi yang diikuti sedikitnya 15 ribu relawan tersebut sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi.

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam 'Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi)' di Sentul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/7). Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Samawi yang diikuti sedikitnya 15 ribu relawan tersebut sekaligus mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi.

Foto: Arif Firmansyah/Antara
Tantangan Indonesia ke depan akan semakin berat.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Presiden RI Joko Widodo meminta ulama dan umara untuk beriringan menjaga ukhuwah bangsa dan negara Indonesia. Menurut Jokowi, tantangan Indonesia ke depan akan semakin berat.

"Sekali lagi beriringnya ulama dan umara dan juga kepada para anggota Samawi marilah kita turut menjaga negara kita bangsa kita," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Halal Bihalal dan Silaturrahim Nasional Ulama Muda Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi) di Sentul International Convention Centre (SICC), Bogor, Selasa (10/7) malam.

Ia pun mengingatkan agar seluruh umat terus menjaga ukhuwah islamiah dan ukhuwah wathaniah sebab tantangan dan pekerjaan ke depan bagi bangsa Indonesia masih banyak dan panjang. "Karena pekerjaan kita masih banyak ke depan, tantangan makin berat, dan bisa dilalui jika kita rukun bersatu," katanya.

Presiden mengungkapkan, Indonesia merupakan penduduk Muslim terbesar di dunia. Hal itu terus ia sampaikan di beragam konferensi internasional.

Baca juga, Jokowi: Pilih Pemimpin dengan Jejak Rekam Bagus.

Ia menjelaskan bahwa saat ini penduduk Indonesia sebanyak 263 juta jiwa dengan memiliki 714 suku, dan lebih dari 1.100 bahasa daerah. Kondisi itu menjadikan Indonesia berbeda, beragam, dari suku, agama, bahasa daerah, adat, dan tradisi.

"Menjadi kewajiban kita bersama menjadi ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah karena aset besar Indonesia adalah persaudaraan, kerukunan, persatuan, karena kita memang diberikan anugerah Allah Swt," katanya.

Jokowi menilai, berbeda beragam majemuk yang membuat Indonesia dikagumi negara lain. Karena meski berbeda adat, suku, tradisi, dan agama, Indonesia tetap rukun, bersatu, hidup berdampingan.

Menurut Jokowi, hal itu yang harus terus dijaga sehingga bangsa Indonesia tidak keluar rel dari yang direncanakan. "Ini butuh kerja keras. Negara besar seperti Indonesia cobaannya besar, tantangannya hambatannya juga besar. Akan tetapi, ini tugas bersama untuk membangun negara ini," katanya.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Pelantikan Enam Kepala Daerah Jawa Barat

Kamis , 20 September 2018, 17:04 WIB