Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019

Senin, 18 Rajab 1440 / 25 Maret 2019

Menpar: Wisatawan Mancanegara Lebih Tertarik Keunikan Budaya

Sabtu 07 Jul 2018 09:05 WIB

Red: Nur Aini

Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/5).

Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (29/5).

Foto: Antara/Andreas Fitri Atmoko
Kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah dan Yogyakarta meningkat signifikan.

REPUBLIKA.CO.ID, MAGELANG -- Menteri Pariwisata Arief Yahya menyampaikan 50 persen lebih wisatawan mancanegara tertarik Indonesia karena keanekaragaman dan keunikan budaya.

"Oleh karena itu, saya menaruh harapan besar dalam Borobudur International Art Performing Festival (BIAPF)," kata Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Indah Juanita membacakan sambutan tertulis Menpar Arief Yahya pada pembukaan BIAPF di pelataran Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (6/7) malam.

Ia mengatakan kegiatan tersebut akan berguna dan berdampak positif dalam upaya melestarikan dan mengembangkan seni tari untuk tidak hanya sebagai wahana kesatuan bangsa tetapi lebih jauh menjadi daya tarik wisatawan. Ia berharap acara itu dapat menjadi magnet membanjirnya wisatawan baik mancanegara maupun nusantara untuk berkunjung ke Candi Borobudur.

Ia menuturkan tren kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah dan Yogyakarta selalu meningkat secara signifikan. Dalam melakukan promosi pariwisata dunia di samping melakukan berbagai kegiatan seperti festival itu, pemerintah juga melakukan promosi dengan memanfaatkan teknologi melalui media sosial. "Saya menyambut baik dan memberikan penghargaan kepada Pemprov Jateng atas langkah dan upayanya mewujudkan festival ini sebagai bagian peran serta masyarakat membantu pemerintah mengembangkan kepariwisataan nasional di era digitalisasi dan perdagangan bebas kompetitif. Untuk itu kegiatan ini harus kita dukung bersama," katanya.

Ia mengatakan kebudayaan bangsa adalah kebudayaan yang timbul sebagai usaha budi manusia seluruh suku bangsa. Salah satu wujud budaya yang sangat mengikat dan tidak pernah akan luntur dari infiltrasi globalisasi adalah tradisi.

"Salah satu unsur tradisi yang kita miliki antara lain seni tradisional yang diciptakan berdasarkan kearifan lokal, tarian-tarian luhur yang penuh makna merupakan kekayaan bangsa kita yang telah menjadi salah satu ciri dari bagsa kita," katanya.     

Ia menyampaikan keragaman budaya yang digelar di kepulauan, perbukitan, dan seluruh areal di Indonesia telah menjadikan Indonesia kaya akan berbagai kegiatan. Sepanjang 2018, diperkirakan ada 3.000 kegiatan pariwisata dalam berbagai bentuk festival. Menurut dia, keindahan atraksi Indonesia telah diakui dunia dan telah mendapatkan penghargaan dari berbagai kalangan pariwisata di tingkat dunia.

Sumber : Antara
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA