Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Jumat, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Dampak Cuaca Ekstrem

Selasa 19 Jun 2018 21:05 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Friska Yolanda

Posko Info Cuaca :Petugas mengecek informasi cuaca dan gelombang perairan selat Sunda di Posko Info Cuaca BMKG di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (8/6).

Posko Info Cuaca :Petugas mengecek informasi cuaca dan gelombang perairan selat Sunda di Posko Info Cuaca BMKG di Pelabuhan Merak, Banten, Jumat (8/6).

Foto: Republika/Prayogi
Cuaca ekstrem dapat menimbulkan potensi gelombang hingga empat meter.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyampaikan, hingga satu minggu ke depan, diperkirakan masih akan terjadi anomali cuaca di beberapa wilayah di Indonesia. Kondisi yang ada saat ini dapat menyebabkan potensi cuaca ekstrem.

"Diperkirakan dalam beberapa hari hingga satu pekan ke depan masih akan terjadi anomali cuaca," ungkap Dwikorita melalui panggilan video di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Selasa (19/6).

Kondisi cuaca di sekitar dan di wilayah Indonesia saat ini hingga sepekan ke depan, kata dia, dapat menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem. Ia menerangkan, cuaca ekstrem tersebut berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.

Dwikorita menjelaskan, cuaca ekstrem tersebut dapat terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Selatan.

"Di samping cuaca ekstrem, sistem pola aliran udara tersebut juga dapat menimbulkan potensi gelombang tinggi 2,5 hingga empat meter," tuturnya.

Potensi gelombang tinggi itu dapat terjadi di Perairan Utara dan Barat Aceh, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu hingga Perairan Barat Lampung, dan Selat Sunda bagian Selatan. 

Selain itu, potensi gelombang tinggi juga dapat terjadi di Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Sumba-Pulau Sawu, Laut Timor Selatan NTT, Samudera Hindia Barat hingga Selatan NTT.

Dengan kondisi potensi cuaca ekstrem dan gelombang laut yang ada, Dwikorita mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan. Dampak-dampak tersebut dapat berupa banjir, banjir bandang, genangan, tanah longsor, angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang dan jalan licin.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA