Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Jumat, 8 Syawwal 1439 / 22 Juni 2018

Pemudik Diimbau tak Buang Sampah Sembarangan

Rabu 13 Juni 2018 19:18 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Indira Rezkisari

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar Memantau Sampah di Sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (13/6)

Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar Memantau Sampah di Sepanjang Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Rabu (13/6)

Foto: Republika/Rahmat Fajar
Menhut akan mempelajari perilaku mudik masyarakat terkait sampah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Siti Nurbaya Bakar mengajak para pemudik agar tidak membuang sampah sembarangan. Ia menginginkan ruas-ruas tol maupun jalur mudik lainnya dapat bersih dari sampah.

Siti, Rabu (13/6), melakukan pemantauan terhadap sampah di sepanjang tol Jakarta-Cikampek. Dari hasil tinjaunnya terpantau banyak sampah berserakan di beberapa titik sepanjang tol Jakarta-Cikampek. "Rata-rata sampahnya jenis kemasan plastik dan kertas bekas nasi bungkus," ujar Siti, di Pos Pantau Tol Cikarang Utama.

Dari hasil pemantauan tersebut, Siti ingin pada musim mudik tahun depan agar bebas sampah dijadikan parameter keberhasilan musim mudik. Tahun ini, Siti akan mempelajari dan mengkaji terkait situasi yang ada.

Namun yang terpenting, kata Siti, mengubah perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan merupakan pekerjaan yang utama. Siti akan mempelajari perilaku pemudik untuk menentukan solusi yang terbaik bagi masyarakat.

Siti juga mengimbau agar pemudik mengurangi penggunaan kantong plastik dan barang berbentuk kemasan. Selain itu, Siti juga mengimbau kepada produsen agar melaukan pendauran ulang terhadap beberapa sampah yang dapat didaur ulang. "Harus dikejar perilaku manusia dan produsennya karena harus simultan," kata Siti.

Dalam kesempatan ini, Situ juga mengunjungi beberapa rest area. Dari pantauannya, seperti di rest area KM 19 terpantau cukup bersih karena sudah ada penanganan terkait sampah. Untuk menangani persoalan tersebut, lanjutnya, pengelola rest area harus mengeluarkan biaya lebih. "Karena dia selain membersihkan sampah, dia juga menata instalasi air kotornya," tuturnya.

Direktur Operasi II Jasa Marga Jakarta-Cikampek, Subakti Syukur mengakui ada sampah berserakan di beberapa titik ruas tol. Namun, Jasa Marga telah menyiapkan pasukan kebersihan untuk menangani masalah tersebut. "Di mana ada kemacetan di situ ada sampah," kata Subakti, menjelaskan kepada Siti.

Menurutnya, Jasa Marga Jakarta-Cikampek menyiapkan tujuh regu dengan satu ragu masing-masing berjumlah enam orang untuk membersihkan sampah di sepanjang jalan tol 72 kilometer. Sedangkan di rest area disiapkan masing-masing 25 orang.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES