Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Friday, 8 Rabiul Awwal 1440 / 16 November 2018

Disdik Sleman Tetapkan Empat Zonasi Kewilayahan PPDB

Rabu 06 Jun 2018 16:57 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Friska Yolanda

PPDB Online

PPDB Online

Foto: Siap-ppdb.com
Jika siswa memilih di zonasinya, ada poin tambahan yang didapatkan.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sleman telah menetapkan sistem zonasi kewilayahan dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018. Empat pembagian zonasi yang ditetapkan yaitu Sleman Barat, Sleman Timur, Sleman Utara dan Sleman Tengah.

"Pelaksanaan mulai 2 Juni 2018, dan sekolah-sekolah sudah siap karena sudah selesa sosialisasi kepada seluruh satuan pendidikan yang ada di Kabupaten Sleman," kata Kepala Disdik Kabupaten Sleman, Sri Wantini, Rabu (5/6).

Saat ini, ia melihat, sekolah-sekolah sudah mulai memasang banner informasi terkait PPDB. Untuk SD, zonasi kewilayahan didasarkan pula kepada padukuhan, artinya mereka yang berasal dari padukuhan yang sama akan masuk zona yang sama.

Baca juga, Ini Aturan Penerimaan Peserta Didik Baru Tahun 2018

Tahun ini, untuk pilihan sekolah siswa diberikan kebebasan memilih pilihan pertama maupun kedua yang ada di dalam maupun luar zonasi. Namun, jika memilih di zonasinya, ada poin tambahan yang bisa didapatkan calon siswa.

"Kalau memilih zonasinya mendapat poin tambahan 20, kalau SD ada tambahan usia tiga bulan," ujar Sri.

Sedangkan, PPDB SMP pelaksanaannya secara umum akan mengikuti standar nasional. Sri menambahkan, sejauh ini daya tampung untuk SMP di Kabupaten Sleman sebanyak 32 siswa tiap rombongan belajar sudah mampu menampung lulusan SD yang ada di Kabupaten Sleman.

Ia menambahkan, untuk PPDB nilai ujian akan tetap digunakan sebagai dasar ranking memenuhi kuota-kuota yang ada. Tapi, Sri menekankan jika secara umum penerimaannya akan tetap menggunakan zonasi kewilayahan.

Baca juga, Kuota Jalur Prestasi PPDB Jabar Bertambah

Terkait sarana dan prasarana yang ada, Sri mengaku akan terus meningkatkan kualitas pelaksanaan UNBK yang ada. Terlebih, saat server mati secara nasional pada hari pertama, sekolah-sekolah mampu menanganinya dengan baik.

"Mesipun ada beberapa kendala di awal, seperti hari pertama server mati menyeluruh dari pusat, tapi bisa tertangani," kata Sri.

Untuk UNBK, Kabupaten Sleman memiliki jumlah terbanyak di DIY yaitu 14.864 siswa. Ia berharap, ke depan ada peningkatan kualitas mengingat jumlah pesertanya yang akan jauh lebih banyak.

Tahun ini, ia mengungapkan Disdik Sleman tengah melakukan persiapan-persiapan sarana dan prasarana UNBK. Harapannya, pelaksanaan UNBK tahun depan sudah bisa dlakukan dalam dua sesi saja. 

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES